Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

180 Gugus Ikuti Program Inovasi Kilang Plaju 2026, 19 Raih Predikat Gold

Kamis, November 05, 2026 | 11:33 WIB Last Updated 2026-11-05T04:33:06Z


indotimes.id, PALEMBANG – Sebanyak 180 gugus pekerja Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju berpartisipasi dalam Continuous Improvement Program (CIP) 2026. Program ini menjadi wadah bagi pekerja untuk mengembangkan inovasi dan menghadirkan solusi guna meningkatkan efisiensi, keandalan operasional, keselamatan kerja, serta kinerja perusahaan.


Berbagai inovasi dihadirkan oleh gugus dari lintas fungsi dan bidang pekerjaan. Gagasan yang dikembangkan mencakup optimalisasi proses pengolahan, peningkatan produksi, efisiensi biaya operasional, pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, hingga digitalisasi proses bisnis.


Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan inovasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan.


Menurutnya, setiap pekerja memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui gagasan dan inisiatif yang dapat memberikan perbaikan bagi perusahaan.


“CIP bukan semata-mata tentang menghasilkan inovasi, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap tantangan di tempat kerja selalu memiliki peluang untuk diperbaiki,” ujar Khabibullah.


Sejumlah inovasi unggulan ditampilkan dalam program tahun ini. Gugus AEROBOOST mengusung gagasan peningkatan produksi Avtur melalui penyesuaian komposisi crude oil.


Sementara itu, gugus Sungai Gerong mengembangkan rancangan struktur pelindung dan perkuatan permanen jembatan pipa berbasis pipa baja komposit untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan di Sungai Musi dan Komering.


Di bidang lingkungan, gugus ProLab mengembangkan pemanfaatan kembali toluene bekas ekstraksi guna mengurangi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari kegiatan analisis laboratorium.


Adapun gugus ExportXcelerator mengembangkan aplikasi berbasis web untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi kepabeanan melalui digitalisasi proses kerja.


Inovasi lainnya datang dari gugus Finisher 2.0 melalui pemasangan filter sleeve untuk mengeliminasi emisi partikel pada proses produksi. Gugus UTL CHAMPION juga mengembangkan alat deteksi hujan untuk mendukung pemantauan cuaca dan keberlanjutan produksi steam.


Berdasarkan hasil penilaian CIP 2026, sebanyak 36 gugus memperoleh predikat penghargaan. Rinciannya, 19 gugus meraih Gold, sembilan gugus Silver, dan delapan gugus Bronze. Sementara itu, 21 gugus lainnya masuk kategori Non-Kategori.


Khabibullah berharap inovasi yang dihasilkan melalui CIP tidak berhenti pada tahap presentasi dan penilaian, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut serta diimplementasikan sesuai kebutuhan perusahaan.


“Kami berharap semangat berinovasi ini tidak hanya tumbuh selama penyelenggaraan CIP, tetapi menjadi bagian dari keseharian dalam bekerja. Dari ide-ide inilah kita membangun kilang yang semakin andal, efisien, aman, dan berdaya saing,” tambahnya.


Melalui program tersebut, Kilang Plaju terus mendorong budaya perbaikan berkelanjutan dengan melibatkan pekerja dalam menciptakan solusi yang mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.


Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan bisnis perusahaan.

(Yanti)

×
Berita Terbaru Update