indotimes.id, PALEMBANG --- Walaupun kabut asap sudah sedikit berkurang dan hujan juga sudah mulai turun membasahi Kota Palembang dan beberapa wilayah lainnya di Sumatera Selatan, itu tidak lantas menyurutkan semangat dari organisasi Dewan Kesehatan Rakyat Sumsel (DKR) untuk terus melakukan aksi, edukasi dan sosialisasi terkait adaptasi kabut asap tersebut.
Anwar Sadat selaku Ketua DKR Sumsel kepada awak media mengatakan pihaknya akan terus bersosialisasi walau hujan telah turun dan kabut asap mulai berkurang. Karena setidaknya dengan sosialisasi itu masyarakat bisa tahu dan bisa melindungi dirinya dari paparan kabut asap yang belum sepenuhnya menghilang.
Edukasi dan sosialisasi itu adalah bagian dari kegiatan program DKR. Entah itu lewat diskusi ataupun lewat media spanduk sebagai langkah pencegahan, serta kesiapsiagaan. Jika penanggulangan adaptasi kabut asap ini terus dilakukan seperti ini, Insyaallah tidak akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat, ujarnya.
"Kita melihat minimnya informasi, edukasi dan sosialisasi tentang resiko dari kabut asap. Maka dari itu kami dari DKR akan terus berupaya melakukannya karena hal itu penting, bisa membangun kesadaran masyarakat, bisa melakukan pencegahan khususnya pada penyakit ISPA," ujar Anwar Sadat pada, Kamis (29/10/26).
DKR Sumsel saat ini telah banyak memasang spanduk himbauan dibeberapa titik lokasi strategis di Kota Palembang, seperti di Pasar Tangga Buntung, Simpang Talang Kerangga, Bukit Siguntang, Karang Anyar dan Depan Pusri, serta Lorong Alir Bukit Lama. Lalu kita pasan juga di Musi 6, Simpang PDAM, Musi 2, SMPN 39 dan Simpang Gandus, Tanjung Baranga serta Macan Lindungan, beber Anwar Sadat.
Lebih lanjut Anwar Sadat menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi spanduk ini merupakan kegiatan mandiri lewat biaya organisasi. Spanduk telah dipasang ditempat keramaian supaya masyarakat bisa mengetahuinya.
"Ini ikhtiar kita, lewat media spanduk membantu, menghimbau kepada masyarakat untuk memakai masker saat diluar rumah dan memeriksakan diri ke unit kesehatan terdekat untuk menjaga diri masing-masing dan keluarga disaat kabut asap," imbuhnya.
Semua yang kita lakukan ini adalah merupakan kegiatan sosial dan sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat terhadap kabut asap yang masih bisa dirasakan warga khususnya di Kota Palembang, ujarnya.
"Kita berharap dengan adanya media sosialisasi ini masyarakat bisa mengetahui dan menimbulkan kesadaran yang kuat untuk hidup sehat. Dan Alhamdulillah sudah beberapa hari ini kita merasakan hujan, namun kita jangan terlena sebab ini anomali, kita belum mengetahui secara pasti kapan kabut asap itu hilang sepenuhnya," tambah Anwar Sadat.
Sekali lagi tetap jaga prilaku hidup sehat. Payo jago diri, jago keluargo kito supaya sehat bersama, tutup Anwar Sadat. (Affan)
