indotimes.id, LUBUK LINGGAU --- Upaya awak media untuk memperoleh konfirmasi terkait pembangunan yang sedang berlangsung di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 58 Kota Lubuk Linggau belum membuahkan hasil. Hingga Kamis pagi, kepala sekolah belum berhasil ditemui untuk memberikan keterangan mengenai kegiatan pembangunan tersebut.
Sebelumnya, sejak Rabu, awak media telah berkoordinasi dengan salah seorang staf di lingkungan sekolah guna mengatur waktu untuk bertemu dengan kepala sekolah.
“Bapak kemarin ada kegiatan di lapangan, Pak. Coba besok datang lagi, pasti ada kepala sekolahnya,” demikian keterangan staf SDN 58 kepada awak media.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media kembali mendatangi sekolah pada Kamis pagi untuk meminta klarifikasi mengenai pembangunan yang tengah dikerjakan oleh sejumlah pekerja di lokasi.
Namun, upaya untuk mendapatkan keterangan langsung dari kepala sekolah masih belum membuahkan hasil. Akibatnya, informasi mengenai sumber anggaran dan pelaksanaan pembangunan tersebut belum dapat diklarifikasi kepada pihak sekolah.
Selain persoalan anggaran, awak media juga menyoroti aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pekerja. Berdasarkan pantauan di lokasi, penggunaan perlengkapan keselamatan kerja oleh para pekerja perlu mendapat perhatian dan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Sebagai lembaga pendidikan negeri, pelaksanaan pembangunan di lingkungan sekolah semestinya mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keselamatan kerja. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai penggunaan anggaran publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam menjalankan tugasnya, insan pers memiliki fungsi kontrol sosial untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait merupakan bagian penting dari proses jurnalistik agar pemberitaan tersaji secara berimbang, akurat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
Oleh karena itu, pihak kepala sekolah SDN 58 Kota Lubuk Linggau diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai sumber anggaran pembangunan, pelaksanaan pekerjaan, serta penerapan standar keselamatan kerja di lokasi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh keterangan langsung dari kepala sekolah terkait persoalan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak sekolah maupun instansi terkait demi memenuhi prinsip keberimbangan informasi dan profesionalisme jurnalistik. (har)
