indotimes.id, PALEMBANG — Fadrianto TH SPd.I,. SH, terpilih sebagai Ketua Persaudaraan Alumni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumatera Selatan. Ia mendorong penguatan solidaritas antar alumni serta kontribusi nyata bagi masyarakat melalui tiga agenda strategis, mulai dari konsolidasi organisasi hingga pendampingan kader muda.
Hal tersebut disampaikan Fadrianto dalam pertemuan Persaudaraan Alumni LMND Sumatera Selatan yang berlangsung di Hotel Luminor Palembang, Selasa (27/10/2026).
Fadrianto mengatakan, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi atau mengenang masa-masa perjuangan saat masih menjadi mahasiswa. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat persaudaraan dan merumuskan langkah pengabdian ke depan.
“Bagi saya, pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi atau mengenang masa-masa ketika kita masih menjadi mahasiswa. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan kita dan memikirkan apa yang bisa kita lakukan ke depan,” ujar Fadrianto.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi di LMND telah membentuk cara berpikir para alumni melalui berbagai diskusi dan perjuangan mengenai demokrasi, keadilan sosial, pendidikan, kesejahteraan rakyat, serta persoalan kebangsaan.
Karena itu, ia mengajak seluruh alumni untuk tidak hanya mengenang sejarah perjuangan organisasi, tetapi juga mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat sesuai dengan kapasitas dan bidang pengabdian masing-masing.
“Pertanyaannya sekarang, setelah kita menjadi alumni, apa yang bisa kita berikan?” katanya.
Ia menegaskan, perbedaan profesi, pengalaman, pilihan hidup, dan posisi sosial tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kerja sama. Sebaliknya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk saling mendukung.
“Kita memiliki profesi, pengalaman, dan pilihan hidup yang berbeda-beda. Namun, perbedaan itu seharusnya menjadi kekuatan untuk saling mendukung, bukan alasan untuk menjauh,” tegasnya.
Tiga Agenda Strategis Persaudaraan Alumni
Untuk memperkuat peran Persaudaraan Alumni LMND Sumatera Selatan, Fadrianto mengusulkan tiga agenda prioritas yang dapat menjadi pijakan gerakan ke depan.
Pertama, memperkuat komunikasi dan solidaritas antar alumni. Upaya ini penting untuk menjaga hubungan persaudaraan tanpa memandang latar belakang, profesi, maupun posisi masing-masing.
Kedua, membangun ruang diskusi dan pengabdian masyarakat. Persaudaraan alumni diharapkan mampu merespons berbagai persoalan di Sumatera Selatan, mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan, ekonomi rakyat, hingga pelayanan publik.
Ketiga, mendukung generasi muda dan kader LMND. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagi pengalaman, pengetahuan, jaringan, serta pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kader.
Fadrianto menilai, ketiga agenda tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menjadikan persaudaraan alumni lebih produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, setiap alumni harus tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga ruang kerja sama demi kepentingan bersama.
“Kita tidak harus selalu sepakat dalam setiap persoalan. Namun, kita harus mampu menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan tetap terbuka untuk bekerja sama dalam hal-hal yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Alumni Harus Tetap Memiliki Semangat Pengabdian
Lebih lanjut, Fadrianto berharap Persaudaraan Alumni LMND Sumatera Selatan dapat menjadi wadah untuk mempertemukan pengalaman, gagasan, dan potensi para alumni dalam menjawab tantangan sosial di daerah.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan yang diperoleh selama berorganisasi harus tetap hidup meskipun para alumni telah menempuh jalan pengabdian yang berbeda-beda.
“Jangan sampai kita hanya menjadi alumni dari sebuah organisasi, tetapi kehilangan semangat untuk memberikan arti bagi lingkungan kita,” tegas Fadrianto.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi titik awal untuk membangun konsolidasi yang lebih kuat, memperluas kerja sama, serta menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi kader, masyarakat, dan pembangunan Sumatera Selatan.
“Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai titik awal untuk membangun persaudaraan yang bukan hanya kuat dalam ingatan, tetapi juga nyata dalam tindakan,” pungkasnya. (SB)
