indotimes.id, PALEMBANG – Ketua Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum (LABH) DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Palembang, Sutianto, S.H., S.Pd., secara tegas menyatakan dukungannya terhadap keputusan Ketua Umum DPP PPP, Mardiono, yang memberhentikan Agus Suparmanto dari jabatan Wakil Ketua Umum dan Taj Yasin dari jabatan Sekretaris Jenderal.
Sutianto menegaskan, keputusan tersebut merupakan bagian dari mekanisme kolektif organisasi, bukan kehendak sepihak pimpinan partai.
"Keputusan tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi dan pengambilan keputusan organisasi yang berangkat dari usulan DPW PPP se-Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PPP pada Selasa, 27 Oktober kemarin," kata Sutianto kepada awak media, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, sebagai partai politik, PPP memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi. Karena itu, setiap keputusan internal partai harus mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku.
Sutianto Tegaskan PPP Tidak Mengalami Dualisme Kepengurusan
Menanggapi isu dualisme yang berkembang di tubuh PPP, Sutianto menegaskan bahwa menurut pandangannya, partai berlambang Ka'bah tersebut tidak mengalami dualisme kepengurusan.
Ia berpendapat, legalitas kepengurusan harus merujuk pada surat keputusan (SK) kepengurusan yang sah sebagai dasar hukum organisasi.
Pernyataan tersebut, lanjutnya, penting untuk memberikan kejelasan kepada kader dan masyarakat di tengah dinamika internal partai yang sedang berlangsung.
LABH DPC PPP Palembang Dukung Penyelesaian Melalui Mekanisme Partai
Sebagai Ketua LABH DPC PPP Kota Palembang, Sutianto juga menyatakan dukungannya terhadap penyelesaian dinamika internal melalui forum dan mekanisme resmi partai.
Menurutnya, kepatuhan terhadap AD/ART, penghormatan terhadap mekanisme organisasi, serta kepentingan partai secara keseluruhan harus menjadi prioritas dalam menghadapi perbedaan pandangan.
"Prinsip yang harus dijaga adalah kepatuhan terhadap AD/ART, penghormatan terhadap mekanisme organisasi, dan kepentingan PPP secara keseluruhan. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengganggu konsolidasi dan perjuangan partai di tengah masyarakat," tegasnya.
Sutianto berharap seluruh elemen partai dapat mengedepankan kepentingan organisasi agar konsolidasi internal tetap berjalan dan PPP dapat terus menjalankan perannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
(Yanti/ril)
