Bantah Klaim Trump tentang Kendali China atas Pangkalan Bagram di Afghanistan, Ini Kata Taliban
INDOTIMES – Para pejabat Taliban menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini menyatakan bahwa China kini mengendalikan Pangkalan Udara Bagram, bekas pangkalan militer penting yang sebelumnya dioperasikan oleh AS di Afghanistan. Dalam sebuah wawancara pada Sabtu malam, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar.
Dilansir VOA, Mujahid menanggapi klaim Trump dengan menyatakan bahwa “Bagram dikendalikan oleh rezim Emirat Islam (Taliban), bukan China.” Ia juga menambahkan, “Pasukan China tidak ada di sini, kami juga tidak memiliki perjanjian semacam itu dengan negara mana pun.” ungkapnya Sabtu (1/3/2025).
Mujahid meminta agar tim penasihat Trump memberikan klarifikasi dan memperbaiki informasi yang salah mengenai situasi di Afghanistan.
Pangkalan Udara Bagram, yang terletak sekitar 44 kilometer di utara Kabul, Afghanistan, sebelumnya menjadi pusat komando bagi kampanye militer AS selama dua dekade di negara tersebut. Pangkalan ini ditinggalkan setelah pasukan AS dan NATO menarik diri pada Agustus 2021, menyusul penarikan pasukan internasional dan kembalinya kekuasaan kepada Taliban.
Pernyataan Trump muncul setelah ia mengklaim bahwa China kini memiliki kendali atas pangkalan udara tersebut, namun Taliban dengan tegas membantah klaim tersebut. Perjanjian penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebelumnya sudah dirundingkan oleh Trump pada Februari 2020, namun implementasinya terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden.