BREAKING NEWS

Perubahan Jam Tidur Saat Ramadan Bisa Ganggu Produktivitas, Ini Tips dari Pakar Kesehatan

Foto: ilustrasi

indotimes.id - Perubahan pola tidur selama bulan Ramadan kerap dialami masyarakat. Waktu istirahat menjadi tidak teratur akibat jadwal berbuka dan sahur, yang berpotensi menurunkan konsentrasi hingga produktivitas harian.

Platform kesehatan Alodokter mengungkapkan, perubahan jam tidur saat puasa umumnya terjadi karena kebiasaan tidur lebih larut setelah berbuka, lalu harus bangun dini hari untuk sahur.

“Pola tidur saat puasa biasanya berubah karena adanya jadwal buka dan sahur. Jika makan berlebihan hingga larut malam, seseorang bisa jadi telat tidur. Ditambah lagi harus bangun dini hari untuk sahur,” tulis dr. Gracia Fensynthia dikutip dari aladokter. 

Dijelaskan, jika tidak disiasati dengan baik, jam tidur yang berantakan dapat menurunkan kualitas dan kuantitas istirahat. Dampaknya, rasa kantuk muncul pada pagi hingga siang hari, sulit fokus, hingga produktivitas menurun.

“Jam tidur yang tidak diatur dengan baik juga bisa memengaruhi hormon ghrelin dan leptin yang berperan mengatur rasa kenyang dan lapar. Ketika tidak seimbang, salah satu efeknya adalah makan berlebihan,” demikian keterangan tersebut.

Kondisi itu bahkan berisiko menyebabkan kenaikan berat badan selama bulan puasa.

Untuk mencegah gangguan tersebut, masyarakat disarankan menerapkan sejumlah langkah. Salah satunya dengan menetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur 6–8 jam per hari, sehingga disarankan tidur lebih awal, misalnya pukul 21.00–22.00 dan bangun sekitar pukul 03.30–04.00 untuk sahur.

Selain itu, penerapan sleep hygiene juga dianjurkan, seperti menghindari makan berat menjelang tidur dan membatasi penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.

“Jika memungkinkan, usahakan tidur lebih awal agar tidak merasa kantuk saat harus bangun sahur,” lanjutnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak langsung tidur setelah sahur guna mencegah risiko gangguan asam lambung. Disarankan memberi jeda sekitar dua jam sebelum kembali berbaring.

Sebagai tambahan, tidur siang singkat selama 10–20 menit dinilai dapat membantu memulihkan energi dan meningkatkan fokus, asalkan tidak berlebihan agar tidak mengganggu waktu tidur malam.

Dengan pengaturan waktu yang disiplin serta pola makan yang tepat, kualitas tidur selama Ramadan diharapkan tetap terjaga sehingga aktivitas dan ibadah dapat berjalan optimal. (Red) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar