Isu Vaksin Campak Disebut ‘Senjata Pemusnah Massal’, Kemenkes Tegaskan Itu Hoaks
0 menit baca
indotimes.id, JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa kabar yang menyebut vaksin campak Measles Rubella (MR) mengandung mikrocip atau disebut sebagai senjata pemusnah massal adalah informasi palsu atau hoaks.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada berbagai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.
“Informasi bahwa vaksin mengandung mikrocip atau senjata pemusnah massal adalah hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Lucia dalam konferensi pers daring, dikutip dari detikhealth, Sabtu(7/3/2026).
Menurutnya, belakangan ini beredar berbagai disinformasi terkait vaksin MR di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa vaksin yang digunakan dalam program imunisasi telah melalui proses penelitian dan pengawasan yang ketat.
Lucia menjelaskan bahwa vaksin pada dasarnya hanya berisi komponen biologis atau sintetis yang dirancang untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu mengenali dan melawan penyakit.
“Vaksin itu hanya berisi komponen biologis atau sintetis yang berfungsi untuk merangsang sistem imun agar tubuh dapat mengenali dan melawan penyakit,” jelasnya.
Selain itu, kandungan vaksin juga telah melalui evaluasi ketat oleh lembaga pengawas resmi. Di Indonesia, pengawasan tersebut dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan yang memastikan keamanan serta kualitas vaksin sebelum digunakan masyarakat.
Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa kebenaran informasi kesehatan dari sumber resmi, terutama di tengah maraknya penyebaran hoaks terkait imunisasi dan penyakit menular.
