Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

44 Orang Dirawat dan 2 Tewas Akibat Konsumsi Kecubung di Banjarmasin: Ini Bahaya Konsumsi Kecubung

Jumat, Juli 12, 2024 | 16:48 WIB Last Updated 2026-02-22T00:12:41Z

BANJARMASIN, (indotimes) – 44 Orang Dirawat dan 2 Tewas Akibat Konsumsi Kecubung di Banjarmasin: Ini Bahaya Konsumsi Kecubung. Sebanyak 44 orang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengalami nasib malang setelah diduga mengonsumsi kecubung yang dicampur dengan alkohol dan obat-obatan.

Akibat insiden ini, 2 orang meninggal dunia, sementara 44 lainnya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum.

Update per hari ini (Kamis) itu sekitar 44 pasien. Kemudian terdata sementara wanita ada tiga orang, dan sampai detik ini ada dua yang meninggal. Mudah-mudahan tidak terdampak lagi,” kata Kasi Humas dan Informasi RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto, dilansir detikSulSel, Kamis (11/7/2024).

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Kota Banjarmasin, Kombes Cuncun Kurniadi, mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi kecubung. “Tanaman kecubung tidak boleh dikonsumsi sembarangan karena dapat menyebabkan gangguan mental dan membahayakan nyawa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Wisnu Andayana, menjelaskan bahwa kecubung termasuk dalam golongan zat psikoaktif baru yang berbahaya. “Penggunaan kecubung dapat menyebabkan hilangnya kesadaran karena mengandung alkaloid, yaitu senyawa alkohol,” kata Wisnu.

Wisnu juga mengimbau agar warga tidak mengonsumsi kecubung dan melaporkan pengguna kecubung ke BNN Kalimantan Selatan. “Mereka bisa mendapatkan perawatan medis seperti rehabilitasi jalan atau inap. Namun, untuk pengedar kecubung, saat ini belum ada pasal pidananya,” tambahnya.

Insiden tragis ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat mengenai bahaya konsumsi kecubung dan pentingnya kewaspadaan terhadap zat-zat berbahaya. Pihak berwenang terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Bahaya Konsumsi Buah Kecubung:

Kecubung (Datura metel) adalah tanaman yang dikenal memiliki berbagai senyawa beracun, termasuk alkaloid tropane seperti atropin, scopolamine, dan hyoscyamine. Meskipun tanaman ini kadang digunakan dalam pengobatan tradisional, konsumsinya tanpa pengolahan yang tepat bisa berakibat fatal.

Berikut adalah beberapa bahaya dari mengonsumsi buah kecubung:

1. Keracunan Sistem Saraf:
Alkaloid tropane dalam kecubung dapat mengganggu sistem saraf pusat, menyebabkan halusinasi, kebingungan, dan delirium. Pada dosis tinggi, efek ini bisa berlanjut menjadi kejang, koma, dan kematian.

2. Gangguan Pernafasan:
Racun dalam kecubung dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang serius. Gejala awal mungkin termasuk kesulitan bernapas, yang bisa berkembang menjadi gagal napas, kondisi yang memerlukan intervensi medis segera.

3. Gangguan Jantung:
Senyawa beracun dalam kecubung dapat mempengaruhi irama jantung, menyebabkan takikardia (denyut jantung cepat) atau bradikardia (denyut jantung lambat). Gangguan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak.

4. Masalah Pencernaan:
Gejala keracunan kecubung juga termasuk mual, muntah, dan diare. Efek ini bisa sangat parah dan menyebabkan dehidrasi serta ketidakseimbangan elektrolit, yang berbahaya bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

5. Efek Psikologis:
-Halusinasi yang disebabkan oleh racun kecubung bisa sangat kuat dan mengakibatkan perilaku yang tidak terkendali serta membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Kesadaran dan Pencegahan

Kejadian tragis ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tanaman dan buah yang tidak dikenal.

Edukasi mengenai tanaman beracun dan potensi bahayanya perlu ditingkatkan, terutama di daerah pedesaan di mana akses informasi mungkin terbatas.

Pihak berwenang di Banjarmasin juga diharapkan dapat memberikan sosialisasi lebih lanjut mengenai bahaya kecubung dan tanaman beracun lainnya untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dengan demikian, masyarakat dapat lebih waspada dan menghindari risiko yang dapat membahayakan nyawa.

Kematian dua warga Banjarmasin akibat keracunan kecubung adalah tragedi yang sangat disayangkan.

Ini menggarisbawahi pentingnya pengetahuan tentang tanaman beracun di sekitar kita dan kewaspadaan dalam mengonsumsi bahan makanan yang tidak dikenal.

Edukasi dan pencegahan adalah kunci untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.

×
Berita Terbaru Update