indotimes.id, PALEMBANG – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) terus mendorong penguatan literasi budaya di kalangan generasi muda. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Cerdas Cermat, Literasi Budaya, dan Storytelling Pelajar SMK Tingkat Provinsi Sumsel yang digelar di Hotel Emilia, Palembang, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 November 2026, ini menjadi wadah edukatif bagi pelajar untuk memperluas pengetahuan, mengenal keberagaman tradisi, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan budaya daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., Sekretaris sekaligus Plt. Sekretaris Disdik Sumsel Dra. Poniyem, M.Pd., Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Hj. Ekadiani Hartini, S.Kom., M.Si., serta Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dr. Utui Tatang Suntani, S.T., M.M.
Turut hadir Kasi Peserta Didik Bidang SMK Ahmad Anuar, S.Pd., M.M., Kasi Kurikulum SMK Lis Parida, S.T., M.Pd., serta Ketua Panitia yang juga Plt. Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel, Likwanyu, S.Pd., M.M., bersama tamu undangan lainnya.
Kepala Disdik Sumsel Hj. Mondyaboni mengatakan, literasi budaya merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan. Melalui pemahaman budaya, pelajar diharapkan tidak hanya mengenal identitas daerahnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebudayaan sendiri agar tidak justru lebih mengenal budaya luar dibandingkan kekayaan daerahnya.
"Jangan sampai kita lebih memahami budaya luar daripada budaya sendiri. Melalui kegiatan ini, kita ingin anak-anak mengenal lebih jauh kekayaan budaya yang dimiliki Sumatera Selatan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Selain berkompetisi, para peserta juga memiliki kesempatan untuk saling mengenal tradisi dan kebudayaan dari berbagai daerah.
Dengan demikian, pelajar dari Palembang dapat mengenal kebudayaan Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), dan daerah lainnya. Pertukaran pengetahuan antarpelajar ini diharapkan memperluas wawasan sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap identitas budaya Sumsel.
Selain lomba cerdas cermat dan literasi budaya, kegiatan ini juga menghadirkan lomba storytelling sebagai sarana mengembangkan kemampuan bercerita, kreativitas, serta kepercayaan diri peserta.
Mondyaboni berharap dewan juri dapat memberikan penilaian secara objektif dan profesional sehingga peserta yang meraih juara benar-benar memiliki pemahaman dan pengetahuan terbaik mengenai kebudayaan Sumatera Selatan.
"Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan baik. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan dan mengenal kebudayaan daerah kita," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Likwanyu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wadah edukatif dan inspiratif untuk menggali pemahaman sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap khazanah budaya Sumatera Selatan.
Menurutnya, literasi budaya tidak sekadar memperkenalkan tradisi dan kesenian daerah, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, kepribadian, serta kesadaran pelajar terhadap nilai-nilai kearifan lokal.
"Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menggali pemahaman dan kecintaan terhadap kekayaan budaya Sumsel. Kita ingin generasi muda memiliki karakter dan kepribadian yang kuat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kearifan lokal," tuturnya.
Likwanyu menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 50 siswa yang merupakan perwakilan dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, didampingi 18 guru pendamping.
Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi cerdas cermat dan storytelling. Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia juga melibatkan dewan juri profesional guna memberikan penilaian secara objektif terhadap kemampuan setiap peserta.
Ia mengungkapkan, tingginya antusiasme pelajar menjadi dorongan bagi Disdik Sumsel untuk terus mengembangkan program literasi budaya secara berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Dengan begitu, semakin banyak pelajar SMK yang mengenal, memahami, dan memiliki kepedulian untuk melestarikan kebudayaan daerah," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Disdik Sumsel berharap literasi budaya tidak berhenti sebatas perlombaan, tetapi dapat tumbuh menjadi kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan mewariskan kekayaan budaya Sumatera Selatan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
(Yanti)
