Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Solidaritas dari Bumi Sriwijaya: Jurnalis Sumsel Gelar Doa Bersama Untuk Korban Arupadhatu 1

Selasa, September 15, 2026 | 17:58 WIB Last Updated 2026-09-15T11:10:53Z

 

Jurnalis Sumsel Gelar Doa Bersama di pelataran Monpera Palembang, Selasa (15/09/2026)


Operasi SAR Diperluas hingga Pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano


indotimes.id, PALEMBANG — Puluhan jurnalis dari berbagai media lintas platform di Sumatera Selatan menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Palembang, Selasa (15/9/2026).


Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan moral sekaligus doa untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 yang hingga kini masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).


Suasana haru dan khidmat terasa ketika para pekerja media bersama-sama menundukkan kepala dan memanjatkan doa. Meski berada jauh dari lokasi pencarian, solidaritas dari Bumi Sriwijaya menjadi bentuk kepedulian sesama insan pers terhadap rekan-rekan mereka yang tengah menghadapi situasi darurat.


Para jurnalis Sumsel juga menyampaikan pesan penting mengenai keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Bagi mereka, tuntutan profesi tidak boleh mengesampingkan keselamatan manusia.


“Tidak ada berita seharga nyawa.”


Pesan tersebut menjadi salah satu inti solidaritas yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.


Operasi SAR Diperluas


Sementara itu, memasuki hari kedelapan pencarian, operasi SAR gabungan terhadap para korban diperpanjang. Area pencarian juga diperluas secara signifikan berdasarkan analisis dan pemodelan arus laut.


Wilayah pencarian kini diarahkan hingga ke pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano. Perluasan tersebut dilakukan setelah pencarian selama sepekan di sekitar lokasi awal hilangnya kapal, termasuk kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau, belum membuahkan hasil.


Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran dengan mempertimbangkan kemungkinan pergeseran posisi objek akibat kondisi arus dan dinamika laut.


“Kami tetap optimis dan memaksimalkan seluruh alur koordinasi, termasuk memperluas cakupan wilayah ke arah utara menuju Bengkulu berdasarkan pemodelan arus laut,” ungkap perwakilan Basarnas dalam laporan resmi yang dikutip dalam pemberitaan.


Dukungan dan doa dari masyarakat serta rekan-rekan jurnalis di berbagai daerah, menurutnya, menjadi tambahan kekuatan bagi seluruh personel yang berada di lapangan.


Puluhan Kapal dan Helikopter Dikerahkan


Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan dengan dukungan helikopter serta puluhan kapal dari berbagai unsur, termasuk kapal perang dan kapal penyelamat.


Tim gabungan menyisir sejumlah sektor yang telah dipetakan. Pencarian juga terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk faktor cuaca, gelombang dan jarak pandang yang dapat memengaruhi efektivitas operasi.


Hingga Selasa (15/9/2026), lima jurnalis dan tiga awak kapal masih dalam proses pencarian.


Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, fotografer Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal, jurnalis freelance.


Sementara tiga awak kapal yang masih dicari yakni Warta, Surakman, dan Heriyanto.


Solidaritas yang digelar para jurnalis Sumsel di Monpera menjadi pengingat bahwa di tengah tuntutan untuk menghadirkan informasi kepada publik, keselamatan pekerja media tetap harus menjadi prioritas.


Dari Bumi Sriwijaya, doa terus dipanjatkan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. (SB)

×
Berita Terbaru Update