indotimes.id, MUARADUA – Kepolisian telah mengantongi identitas pelaku penusukan yang menyebabkan meninggalnya Sri Khodijah (47), seorang guru sekolah dasar berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.
Pelaku yang diduga masih berusia 16 tahun dan berstatus pelajar saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga melarikan diri bersama kedua orang tuanya setelah kejadian tersebut.
Kapolsek Buay Pemaca, Ipda Redi Saputra, mengatakan identitas pelaku telah diketahui melalui keterangan saksi dan hasil penyelidikan yang dilakukan petugas sejak peristiwa terjadi.
“Identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penusukan tersebut,” ujar Redi, Minggu (14/6/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di rumah korban yang berada di kompleks perumahan guru SMP Negeri 4 Buay Pemaca. Saat itu, Sri Khodijah baru saja pulang ke rumah dan mendapati seseorang berada di dalam kediamannya.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga tengah melakukan aksi pencurian. Ketika keberadaannya diketahui oleh korban, pelaku diduga panik dan mengambil sebilah pisau dapur yang kemudian digunakan untuk menyerang korban.
Korban mengalami luka tusuk serius di bagian perut. Meski dalam kondisi terluka, korban masih sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Muaradua.
Karena kondisi yang cukup kritis, korban kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Palembang untuk menjalani perawatan intensif. Namun setelah beberapa hari mendapatkan penanganan medis, Sri Khodijah dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026).
Menindaklanjuti laporan keluarga korban, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.
Dari TKP, petugas mengamankan sebilah pisau dapur sepanjang sekitar 35 sentimeter yang diduga digunakan dalam aksi penusukan tersebut.
Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada seorang pelajar yang berdomisili di wilayah Buay Pemaca. Polisi pun mendatangi rumah terduga pelaku untuk melakukan penangkapan, namun yang bersangkutan sudah tidak berada di lokasi.
“Rumah pelaku sudah kami datangi, namun yang bersangkutan dan orang tuanya sudah tidak ada. Saat ini kami terus melakukan pengejaran,” kata Redi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pencarian terhadap pelaku masih terus berlangsung. Selain memburu pelaku, penyidik juga terus melengkapi alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang berawal dari dugaan pencurian dan berujung pada meninggalnya seorang tenaga pendidik tersebut.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat OKU Selatan mengingat korban merupakan seorang guru yang dikenal aktif mengajar dan mengabdi di wilayah Buay Pemaca. (Ag)
