Pembangunan infrastruktur dasar tersebut menjadi salah satu fokus perhatian Herman Deru karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten OKI.
Jembatan senilai hampir Rp5 miliar itu dibangun untuk memperluas akses masyarakat, membuka kawasan baru, serta mendukung aktivitas ekonomi dan perkebunan warga.
Selain Jembatan Ulak Jermun, Herman Deru juga memberikan bantuan pembangunan tiga jembatan lainnya melalui dana Bantuan Gubernur Bersifat Khusus (Bangubsus), yakni Jembatan Desa Bubusan, Jembatan Desa Mesuji Jaya, dan Jembatan Desa Gading Sari.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan harus mengutamakan kebutuhan paling mendasar yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Kalau kita bicara pembangunan, sama seperti merias diri. Yang didahulukan tentu kebutuhan yang paling pokok. Setelah itu baru yang lainnya. Saya melihat Pak Bupati Muchendi ini cerdas menentukan prioritas pembangunan. Jembatan ini memang harus didahulukan karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan jauh lebih penting dibandingkan pembangunan yang hanya bersifat estetika. Ia mengibaratkan jembatan sebagai kebutuhan utama yang menjadi fondasi aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Tidak ada gunanya membangun yang terlihat indah tetapi tidak dirasakan manfaatnya. Jembatan ini ibarat kebutuhan yang sangat mendasar karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat,” katanya.
Herman Deru juga mengapresiasi langkah Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, yang menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama. Menurutnya, meskipun masih muda, Bupati OKI memiliki kecerdasan dalam menentukan kebutuhan masyarakat yang harus segera dipenuhi.
Selain itu, Herman Deru menekankan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk turut mendukung pembangunan melalui kepatuhan dalam membayar pajak, baik Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak kendaraan bermotor.
“Pembangunan tidak akan pernah selesai. Karena itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu bentuk dukungan masyarakat adalah taat membayar pajak karena hasilnya akan kembali untuk pembangunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten OKI merupakan daerah yang mendapat perhatian khusus darinya karena memiliki wilayah yang sangat luas. Bahkan, luas wilayah OKI disebutnya setara dengan negara Timor Leste, yakni sekitar 19 ribu kilometer persegi.
“OKI ini kabupaten yang sangat saya perhatikan. Wilayahnya sangat luas sehingga membutuhkan kerja sama dan soliditas yang luar biasa antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar pembangunan bisa terus berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan usulan yang telah diperjuangkan sejak dirinya masih menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
“Jembatan ini merupakan usulan yang sudah lama kami perjuangkan. Setelah saya dilantik menjadi Bupati, kami menyadari bahwa kemampuan APBD Kabupaten sangat terbatas untuk menuntaskan seluruh kebutuhan infrastruktur. Karena itu, kami mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Alhamdulillah hari ini sudah bisa dinikmati masyarakat,” kata Muchendi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Herman Deru yang telah memberikan perhatian besar kepada Kabupaten OKI melalui bantuan pembangunan sejumlah jembatan dan ruas jalan.
“Selain jembatan di Desa Ulak Jermun, masih ada beberapa jembatan lain yang mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur karena OKI menjadi salah satu daerah prioritas yang dibantu,” ujarnya.
Muchendi berharap keberadaan jembatan tersebut dapat membuka kawasan baru untuk permukiman dan perkebunan sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang.
Peresmian jembatan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel Affandi, Kepala BKPSDM Sumsel Prof. Dr. Drs. Edwar Juliartha, keluarga almarhum R.H. Sarkowi Sirodj selaku pihak yang menghibahkan lahan menuju jembatan, unsur Forkopimda, Kapolsek setempat, serta sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan touring kendaraan listrik yang melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten OKI.
