BREAKING NEWS

Alasan Jalan Tol di OKI Sumsel Dijadikan Landasan Darurat Pesawat Tempur

Landasan Darurat Pesawat Tempur

indotimes.id, KAYUAGUNG – Ruas KM 202 hingga KM 239 pada Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung sempat ditutup sementara sebelum akhirnya kembali dibuka untuk umum pada Rabu (11/2/2026) pukul 15.00 WIB. Penutupan tersebut dilakukan dalam rangka uji coba pendaratan pesawat tempur TNI AU, yang sekaligus mencetak sejarah baru di Indonesia.

Ruas tol yang berada di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ini menjadi jalan tol pertama di Indonesia yang difungsikan sebagai lokasi uji coba pendaratan pesawat tempur. Langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan infrastruktur strategis nasional sebagai landasan darurat (emergency landing strip) guna mendukung sistem pertahanan negara.

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, menjelaskan bahwa transformasi jalan tol menjadi landasan darurat merupakan bagian dari konsep pertahanan semesta.
 

“Langkah ini merupakan strategi adaptif terhadap berbagai skenario kontinjensi. Sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk memastikan infrastruktur nasional siap selalu mendukung sistem pertahanan kita,” ujar Donny.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa fungsi jalan tol kini tidak lagi sekadar sebagai sarana konektivitas.

“Infrastruktur ini memiliki nilai strategis yang bisa dimanfaatkan negara dalam situasi darurat, namun tentu saja dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, memberikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk pengelola jalan tol.

“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting bagi kesiapan operasional TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara,” ucap Tonny.

Dari sisi korporasi, manajemen PT Hutama Karya (Persero) menyebut kegiatan ini sebagai bentuk optimalisasi aset nasional. Meski ruas tol telah kembali beroperasi normal, pihaknya memastikan akan ada sejumlah penyesuaian teknis ke depan.
 

“Kami akan melakukan penyesuaian teknis, termasuk perubahan desain pada median jalan di titik tertentu, agar siap digunakan kembali sewaktu-waktu sebagai landasan darurat tanpa mengabaikan standar keamanan bagi pengguna tol sehari-hari,” tulis manajemen dalam keterangannya.

Dengan demikian, penutupan sementara jalan tol di OKI Sumsel tersebut bukan karena kerusakan, melainkan bagian dari strategi pertahanan negara melalui pemanfaatan infrastruktur nasional secara multifungsi.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar