Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Inovasi Subsurface Pertamina EP Buka Potensi Baru Sumur BNG-082 di Struktur Benuang

Rabu, September 09, 2026 | 14:57 WIB Last Updated 2026-09-09T08:22:30Z

 

Sumur BNG-082 berhasil dikembangkan melalui inovasi subsurface, menunjukkan potensi produksi minyak 302,4 BOPD dan gas 5,597 MMSCFD.


indotimes.id, PALI — Lapangan migas yang telah memasuki fase mature tidak menghalangi Pertamina EP Adera Field untuk terus mengembangkan potensi produksi. Melalui inovasi berbasis integrasi data subsurface, Pertamina EP berhasil membuka peluang produksi baru melalui pengembangan Sumur BNG-082 di Struktur Benuang.


Sumur BNG-082 merupakan sumur pengembangan yang dibor di lokasi eksisting. Namun, pengeboran tersebut berhasil menemukan lapisan produktif baru, yakni TAF-P2a, yang sebelumnya belum pernah diproduksikan oleh sumur-sumur di sekitarnya.


Pengeboran BNG-082 juga menunjukkan kinerja positif dari sisi waktu dan keselamatan. Sumur tersebut berhasil diselesaikan dalam 32 hari, lebih cepat dibandingkan target 36,6 hari, dengan pelaksanaan yang aman dan tanpa kecelakaan.


Hasil uji alir awal (initial flow test) pada 16 Agustus 2026 menunjukkan potensi produksi 302,4 barel minyak per hari (BOPD) dan 5,597 MMSCFD gas pada kondisi open flow, atau aliran migas secara natural tanpa hambatan pada katup kepala sumur (choke).


Manager Subsurface Development Area 1 Budi Darmawan mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi berbasis integrasi data subsurface dapat membuka peluang baru pada lapangan migas yang telah mature.


“Pencapaian ini menjadi bukti inovasi berbasis integrasi data subsurface yang terus dilakukan Pertamina EP dapat membuka potensi-potensi baru yang memungkinkan lapangan mature tetap bisa berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Budi Darmawan.

 

Menurut Budi, tambahan produksi dari BNG-082 akan turut mendukung pencapaian target produksi Pertamina EP Adera Field dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026, yang ditargetkan mencapai 4.537 BOPD minyak dan 22,21 MMSCFD gas.


Mengandalkan Data untuk Menentukan Titik Pengeboran


Budi menjelaskan, pengembangan BNG-082 dilakukan dengan pendekatan layer-focused and data-driven development drilling. Pendekatan tersebut mengintegrasikan berbagai data untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi reservoir.


Tim mengintegrasikan pemodelan geologi, interpretasi seismik multiatribut, serta akuisisi data MDT-LFA untuk mengevaluasi tekanan, jenis fluida, hingga indikasi konektivitas reservoir pada masing-masing lapisan.


Selain itu, pengembangan BNG-082 menggunakan metode Sectorization Zoning Model. Metode ini dilakukan dengan memetakan zona prospektif melalui integrasi dan stacking peta Hydrocarbon Pore Volume (HCPV) dari berbagai lapisan.


“Dengan pendekatan-pendekatan ini, kami bisa memetakan area mana yang punya peluang lebih besar mengandung lapisan produktif, sehingga penempatan sumur baru bisa lebih terarah, efektif, dan efisien,” kata Budi.

 

Pendekatan tersebut menjadi penting dalam pengembangan lapangan mature karena keberadaan potensi hidrokarbon tidak selalu berada pada zona yang sebelumnya telah diproduksikan.


Dengan pemanfaatan data subsurface secara terintegrasi, peluang lapisan produktif yang sebelumnya belum tersentuh dapat diidentifikasi dan dikembangkan secara lebih terarah.


Struktur Benuang Terus Dikembangkan


Struktur Benuang merupakan salah satu struktur yang menopang produksi migas di wilayah kerja Pertamina EP Adera Field dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.


Selain BNG-082, inovasi pengembangan juga diterapkan pada Sumur BNG-080 melalui penggunaan teknologi dual string pada Juni 2026.


Teknologi tersebut memungkinkan produksi dari dua lapisan reservoir dalam satu sumur secara bersamaan.


Pada uji alir awal yang dilakukan pada 26–28 Juni 2026, lapisan TAF-L1 pada BNG-080 menunjukkan potensi produksi gas sebesar 2,836 MMSCFD.


Sementara lapisan TAF-N2 menunjukkan potensi produksi 572,8 BOPD minyak dan 1,666 MMSCFD gas.


Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan upaya Pertamina EP dalam mengoptimalkan lapangan yang telah mature dengan mengandalkan teknologi, integrasi data, dan strategi pengeboran yang lebih presisi.


Pengembangan potensi lapisan baru diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.


Tentang PHR Zona 4


PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).


PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yakni PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


Wilayah kerja tersebut tersebar di dua kota, yakni Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.


PHR Zona 4 berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (SB/RIL)

×
Berita Terbaru Update