Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tolak Pungutan Iran di Selat Hormuz, Prancis Siap Kerahkan Kapal Induk

Selasa, Juni 16, 2026 | 20:00 WIB Last Updated 2026-06-16T13:00:37Z
Tolak Pungutan Iran di Selat Hormuz, Prancis Siap Kerahkan Kapal Induk


indotimes.id, PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan Iran agar tidak memberlakukan pungutan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.


Peringatan tersebut muncul setelah laporan media Iran menyebut Teheran memasukkan klausul biaya layanan maritim dalam kerangka kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait upaya penghentian konflik di Timur Tengah.


Isu tersebut langsung memicu perhatian negara-negara Barat yang memiliki kepentingan besar terhadap kelancaran arus perdagangan global, terutama distribusi minyak dan gas melalui Selat Hormuz.


“Kami membela hukum internasional dan kami akan melakukan segala daya upaya untuk memastikan tidak ada korban jiwa,” kata Macron menjelang pertemuan para pemimpin G7 yang juga dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


Macron menegaskan Prancis bersama Inggris telah menyiapkan berbagai langkah guna memastikan jalur pelayaran internasional tersebut tetap terbuka dan bebas dilalui kapal-kapal dagang dunia.


Menurutnya, kebebasan navigasi di Selat Hormuz merupakan kepentingan bersama masyarakat internasional yang tidak boleh terganggu oleh kebijakan sepihak.


“Kami melakukan segala upaya agar kesepakatan ini menjadi kenyataan dan agar Selat Hormuz dapat kembali terbuka,” ujarnya.


Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Prancis disebut telah menyiapkan kapal induk andalannya, Charles de Gaulle, untuk dikerahkan ke kawasan Timur Tengah apabila situasi mengharuskannya. Kapal perang tersebut dikabarkan dapat bergerak menuju wilayah operasi dalam waktu dua hingga tiga hari.


Macron juga menilai pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi global. Negara-negara Eropa, kata dia, berharap kelancaran lalu lintas energi melalui jalur tersebut dapat membantu menekan harga energi dan berbagai komoditas yang terdampak ketegangan geopolitik.


Di sisi lain, Presiden Prancis membantah anggapan bahwa kesepakatan yang tengah dibahas antara Amerika Serikat dan Iran merupakan kemenangan bagi Teheran.


Macron menegaskan Prancis tidak terlibat dalam operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat maupun Israel terhadap Iran. Fokus utama Paris saat ini adalah menjaga stabilitas kawasan serta memastikan kebebasan navigasi internasional tetap terjamin sesuai hukum internasional.


Pernyataan Macron menambah dinamika baru dalam perkembangan diplomasi Timur Tengah, terutama setelah munculnya kabar mengenai kesepakatan damai antara Washington dan Teheran yang disebut mencakup sejumlah isu strategis, termasuk akses dan pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.


Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global. (Red) 

×
Berita Terbaru Update