Notification

×

Iklan


Iklan


Indeks Berita

AI Tembus 92 Persen, Indonesia Bidik Peran Lebih Besar di Panggung Teknologi Dunia

Senin, Juni 15, 2026 | 09:18 WIB Last Updated 2026-06-15T02:18:17Z

AI Tembus 92 Persen, Indonesia Bidik Peran Lebih Besar di Panggung Teknologi Dunia


indotimes.id, JAKARTAPerkembangan teknologi global pada 2026 semakin didominasi oleh pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Indonesia pun mulai menunjukkan ambisinya untuk tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem digital dunia.

Tingkat adopsi AI di Indonesia tercatat mencapai 92 persen pada Februari 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pengembangan teknologi AI di tingkat global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan tingginya angka adopsi tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia cukup siap menerima perkembangan teknologi baru.

"Data menunjukkan bahwa adopsi AI telah mencapai 92 persen di tahun 2026 pada Februari yang lalu, dan itu merupakan sinyal positif bahwa masyarakat kita sebenarnya cukup siap untuk merangkul teknologi baru," ujar Nezar Patria dalam acara AI Leadership Exchange Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Namun demikian, Nezar menegaskan bahwa tingginya penggunaan AI harus diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

"Bukan lagi soal rendahnya adopsi AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah," katanya.

Di sisi lain, Indonesia juga mulai memperkuat eksistensinya di panggung teknologi internasional. Untuk pertama kalinya, Indonesia hadir dengan Paviliun Nasional dalam ajang London Tech Week 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026 di London, Inggris. Kehadiran tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan inovasi dan talenta digital Indonesia kepada investor global.

Sebanyak enam startup Indonesia dari sektor healthtech, platform pembelajaran berbasis AI, hingga teknologi smart city turut ambil bagian dalam pameran tersebut. Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dan investasi internasional.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, menilai partisipasi Indonesia dalam London Tech Week menunjukkan semakin besarnya kontribusi startup terhadap perekonomian nasional.

"Partisipasi Indonesia di London Tech Week menunjukkan pentingnya peran startup dalam memperkuat perekonomian Indonesia melalui peningkatan riset dan pengembangan serta ekonomi digital," ujar Desra saat pembukaan Paviliun Indonesia pada 8 Juni 2026.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa Indonesia ingin dikenal sebagai negara penghasil inovasi teknologi.

"Indonesia bukan hanya pasar bagi teknologi, tetapi juga memiliki talenta-talenta unggul, inovasi yang baik, dan kesiapan untuk menghadapi perkembangan ekonomi masa depan," katanya.

Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai 200 hingga 300 miliar dolar AS pada 2030, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan teknologi terbesar di Asia Tenggara. Pemerintah berharap pemanfaatan AI, penguatan talenta digital, serta kolaborasi internasional dapat menjadi fondasi utama dalam mempercepat transformasi digital nasional. (Red)

×
Berita Terbaru Update