Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seruan Trump Tak Digubris, Israel Balas Serang Iran dan Ancam Stabilitas Kawasan

Senin, Juni 08, 2026 | 12:49 WIB Last Updated 2026-06-08T08:32:44Z

Seruan Trump Tak Digubris, Israel Balas Serang Iran dan Ancam Stabilitas Kawasan

indotimes.id, JAKARTA – Upaya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah tampaknya tidak membuahkan hasil. Israel tetap melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran pada Senin (8/6/2026), meski sebelumnya Trump secara terbuka meminta Tel Aviv menahan diri dari aksi balasan.

Serangan tersebut dilaporkan menyasar sejumlah target di wilayah barat dan tengah Iran. Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di beberapa kota, termasuk ibu kota Teheran.

Militer Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan rudal Iran sehari sebelumnya. Menurut otoritas Israel, Teheran meluncurkan 11 rudal ke wilayah mereka pada Minggu (7/6), namun seluruhnya berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti.

Sebelum serangan terjadi, Trump diketahui berusaha menghubungi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mencegah aksi balasan yang berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan.

"Saya akan menelepon Bibi sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," ujar Trump dalam percakapan yang dikutip jurnalis Axios, Barak Ravid.

Trump menilai kedua pihak telah melakukan aksi militer yang cukup dan tidak perlu menambah ketegangan baru.

"Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain," katanya.

Meski demikian, seruan tersebut tidak mampu menghentikan langkah militer Israel. Seorang pejabat Amerika Serikat disebut mengonfirmasi bahwa Trump telah berbicara langsung dengan Netanyahu sebelum serangan berlangsung.

Kekhawatiran terhadap meluasnya konflik juga disampaikan komunitas internasional. Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyerukan semua pihak untuk mengedepankan diplomasi dan menghindari tindakan yang dapat memperbesar risiko perang regional.

"Kembalinya konflik antara Iran dan Israel bukanlah kepentingan siapa pun," tulis Cooper melalui media sosial.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa ketegangan tidak dapat dipisahkan dari konflik yang juga berlangsung di Lebanon. Teheran menuntut penghentian operasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah sebagai bagian dari setiap kesepakatan perdamaian yang lebih luas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ali Safari, menyatakan serangan rudal yang dilakukan negaranya merupakan respons setelah berminggu-minggu menahan diri terhadap berbagai tindakan yang dianggap sebagai agresi Israel.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyebut serangan mereka sebagai "peringatan" atas operasi militer Israel di pinggiran selatan Beirut. Mereka juga mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar apabila Israel kembali melakukan aksi serupa.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa upaya diplomasi internasional masih menghadapi tantangan besar dalam meredakan konflik antara Israel dan Iran. Dengan kedua pihak terus saling mengancam, kekhawatiran terhadap meluasnya perang ke negara-negara lain di Timur Tengah kembali menguat. (Red)
×
Berita Terbaru Update