Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ribuan Siswa di Muba Terdampak, Belasan Dapur MBG Terhenti Akibat Dana Operasional Belum Cair

Selasa, Juni 09, 2026 | 08:49 WIB Last Updated 2026-06-09T01:52:08Z


indotimes.idSEKAYU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengalami gangguan setelah 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menghentikan sementara operasionalnya akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).


Penghentian layanan mulai berlaku sejak Senin (8/6/2026) dan berdampak langsung pada distribusi makanan bergizi kepada ribuan siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah. Akibatnya, layanan yang selama ini menjadi bagian dari program peningkatan gizi pelajar untuk sementara tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.


Koordinator Wilayah SPPG Muba, Oking Chandra, mengatakan seluruh dapur yang mengalami kendala pendanaan menghentikan aktivitas secara serentak setelah dana operasional melalui Virtual Account (VA) belum juga diterima dari pusat.


Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengelola dapur tidak dapat melakukan pembelian bahan baku maupun persiapan produksi makanan yang seharusnya sudah dilakukan sehari sebelum distribusi.


“Jika dana belum juga dilakukan top up, operasional berpotensi terhenti hingga beberapa hari ke depan,” ujarnya.


Oking menjelaskan, penghentian sementara dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan pengelolaan anggaran yang berlaku. Saat ini, mitra pelaksana tidak lagi diperbolehkan menggunakan dana talangan untuk menutupi kebutuhan operasional dapur.


Kebijakan tersebut diterapkan guna menghindari potensi masalah administrasi maupun risiko penyimpangan anggaran yang dapat muncul dalam proses pertanggungjawaban keuangan.


“Apabila dana belum tersedia, maka operasional dihentikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.


Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan dana operasional akan dicairkan dan kapan seluruh dapur MBG di Muba dapat kembali beroperasi normal. Pengelola masih menunggu instruksi lanjutan dari Badan Gizi Nasional terkait langkah yang akan diambil.


Pihak pengelola juga telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah penerima manfaat untuk menyampaikan informasi penghentian sementara layanan tersebut. Langkah ini dilakukan agar sekolah dan orang tua siswa dapat mengantisipasi kebutuhan konsumsi anak selama program belum berjalan.


“Kami berharap dana dari pusat segera terealisasi sehingga pelayanan kepada siswa dapat kembali berjalan normal,” tambah Oking.


Terhentinya operasional 12 dapur MBG tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan program makan bergizi di Musi Banyuasin. Selain berdampak pada ribuan siswa penerima manfaat, kondisi ini juga menyoroti pentingnya kelancaran pendanaan agar program prioritas pemerintah dapat berjalan secara berkesinambungan di daerah.

×
Berita Terbaru Update