Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Program Pujangga Pertamina Ubah Nasib Petani PALI, Pendapatan Naik Tiga Kali Lipat

Rabu, Juni 10, 2026 | 12:17 WIB Last Updated 2026-06-10T05:17:04Z
Foto: Petani asal talang ubi PALI, (Reza/indotimes.id) 

Indotimes.id, PALI – Perjuangan seorang petani perempuan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menjadi bukti bahwa pertanian organik mampu mengubah kehidupan masyarakat pedesaan.


Berkat pendampingan Program Pusat Jaringan Pertanian Organik Terintegrasi dan Sustainability (PUJANGGA) yang digagas Pertamina EP Pendopo Field, pendapatan petani meningkat drastis dan ketahanan pangan lokal semakin kuat.


Sutarni, petani asal Kelurahan Talang Ubi Utara, masih mengingat masa-masa sulit ketika lahan sawah yang dikelolanya kerap mengalami gagal panen akibat serangan jamur dan hama. Ketergantungan terhadap pupuk kimia membuat biaya produksi membengkak, sementara hasil panen tidak mampu menutupi kebutuhan keluarga.


“Dulu hasil panen tidak menentu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja sering tidak cukup. Sekarang produksi beras meningkat berkat pertanian organik dan kami para petani bisa hidup lebih layak,” ujar Sutarni, saat ditemui, Rabu (10/6/2026). 


Kondisi mulai berubah pada 2021 ketika Pertamina EP Pendopo Field, yang berada di bawah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, meluncurkan Program PUJANGGA. Melalui program tersebut, Sutarni bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosela dan Kelompok Tani Rejomulyo mendapatkan pelatihan pertanian organik, pengelolaan pupuk alami, hingga pengendalian hama ramah lingkungan.


Selain pelatihan, perusahaan juga menyediakan fasilitas pendukung berupa sekretariat kelompok dan berbagai peralatan pertanian untuk menunjang aktivitas petani.


Hasilnya cukup signifikan. Produktivitas lahan seluas 15 hektare yang dikelola kelompok petani meningkat hingga 80 persen. Jika sebelumnya hasil panen hanya sekitar 2,5 ton per hektare, kini mencapai 4,5 ton per hektare dalam satu musim tanam.


Efisiensi produksi juga meningkat. Kebutuhan benih yang sebelumnya mencapai 100 kilogram per hektare kini cukup lima kilogram per hektare. Penggunaan pupuk kimia berhasil ditekan sehingga biaya produksi menurun dan keuntungan petani bertambah.


Tidak hanya itu, kualitas beras yang dihasilkan semakin baik dan mampu dijual hingga Rp20 ribu per kilogram. Dampaknya, rata-rata pendapatan petani meningkat menjadi sekitar Rp8 juta per bulan.


Keberhasilan tersebut mendorong Sutarni memperluas peran perempuan dalam pembangunan ekonomi desa. Pada 2024, ia mendirikan Kelompok Wanita Tani Rosela yang kini beranggotakan 20 perempuan.


Kelompok tersebut mengelola lahan pertanian produktif yang ditanami berbagai tanaman obat keluarga dan sayuran, seperti jahe, kunyit, kencur, bawang dayak, pegagan, kumis kucing, dan sambiloto. Hasil panennya kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti teh rosela, bandrek, peyek, dan stik ubi.


Dari aktivitas tersebut, kelompok mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp2 juta per bulan yang digunakan untuk mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan dan pengembangan usaha bersama.


Selain bergerak di bidang ekonomi, KWT Rosela juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar mengenai manfaat tanaman obat keluarga serta praktik pertanian berkelanjutan.


Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan yang diraih Sutarni menunjukkan pentingnya program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.


“PHR Zona 4 ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi bisa tumbuh bersama seiring kehadiran perusahaan. Ibu Sutarni menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang tepat dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Iwan.


Keberhasilan yang diraih para petani di Talang Ubi Utara menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dapat menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.Alternatif judul:


1. Dari Utang Pupuk ke Panen Melimpah, Petani Perempuan PALI Sukses Bangkit Lewat Pertanian Organik



2. Program Pujangga Pertamina Ubah Nasib Petani Talang Ubi, Pendapatan Naik Tiga Kali Lipat



3. Sutarni dan Perempuan PALI Buktikan Pertanian Organik Mampu Tingkatkan Kesejahteraan



4. Pertanian Organik Dongkrak Produksi Beras di PALI, Pendapatan Petani Tembus Rp8 Juta per Bulan



5. KWT Rosela Jadi Motor Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Perempuan di Talang Ubi Utara




×
Berita Terbaru Update