Herman Deru: Wisata Dempo Bisa Jadi Motor Ekonomi Asal Alam Tetap Terjaga
Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri soft launching kawasan wisata Aesthetic Dempo Umi Alfatih Glamping Cafe dan Resto di Kota Pagar Alam, Jumat (5/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengapresiasi hadirnya destinasi wisata baru yang memanfaatkan panorama alam Dempo sebagai daya tarik utama. Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan sektor wisata harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.
"Keberhasilan pariwisata sangat ditentukan oleh terjaganya alam dan ekosistem. Wisatawan datang karena ingin menikmati kesejukan dan keindahan alam yang masih asri," ujarnya.
Menurut Herman Deru, menjaga lingkungan bukan hanya penting bagi keberlangsungan industri pariwisata, tetapi juga berdampak langsung terhadap keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Ia mencontohkan pentingnya menjaga daerah aliran sungai (DAS), kawasan mangrove, serta habitat perikanan yang berperan besar dalam menjaga kualitas lingkungan.
Gubernur juga menceritakan pengalamannya saat menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya di bidang kelautan, perikanan, dan pelestarian DAS. Ia mengatakan penghargaan tersebut diperoleh melalui proses penilaian yang berlangsung selama empat tahun untuk mengukur konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan.
"Pelestarian lingkungan membutuhkan komitmen jangka panjang dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Sebagai contoh, Herman Deru menyebut keberadaan ikan tirusan yang hanya dapat hidup di kawasan mangrove yang masih terjaga. Selain memiliki nilai ekonomi, keberadaan spesies tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem pesisir tetap sehat dan mampu menahan ancaman abrasi.
Ia juga menilai bahwa kondisi Sumatera Selatan yang relatif terhindar dari dampak banjir besar dibandingkan sejumlah daerah lain merupakan salah satu bukti pentingnya menjaga keseimbangan alam.
"Alam yang kita jaga dengan baik pada akhirnya akan memberikan perlindungan kepada manusia," tegasnya.
Sementara itu, Owner Aesthetic Dempo, Sunyoto, mengatakan kehadiran Aesthetic Dempo diharapkan dapat memperkaya pilihan destinasi wisata di Kota Pagar Alam. Dengan mengandalkan pesona bentang alam Dempo, kawasan tersebut diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Herman Deru pun mendorong pelaku usaha untuk terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat sekitar agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara luas.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Ia optimistis kawasan Dempo akan terus berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Sumatera Selatan sekaligus penggerak ekonomi daerah, selama pengelolaannya tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan. (Sb/ril)
