Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Harga Pangan Naik, Gema Nasional Kritik Kinerja Zulhas dan Mendag Budi Santoso

Selasa, Juni 09, 2026 | 09:55 WIB Last Updated 2026-06-09T02:55:20Z


indotimes.id, JAKARTA – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali memicu kritik terhadap kinerja pemerintah di sektor pangan. Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional, Eko Saputra, menilai Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso belum mampu menghadirkan stabilitas harga yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Menurut Eko, tingginya harga bahan pangan yang masih terjadi di berbagai daerah menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian harga belum berjalan efektif. Ia menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan berbagai klaim keberhasilan yang selama ini disampaikan pemerintah.


“Setiap hari rakyat berhadapan dengan harga kebutuhan pokok yang tidak ramah terhadap kondisi ekonomi mereka. Sementara para pejabat sibuk memberikan pernyataan yang tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan,” ujar Eko Saputra dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).


Ia menegaskan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Perdagangan seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok. Namun, masyarakat justru masih menghadapi kenaikan harga yang dinilai membebani kebutuhan rumah tangga.


Eko menyebut berbagai program pengendalian harga dan distribusi pangan yang telah dijalankan pemerintah belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Karena itu, ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang diterapkan selama ini.


“Ketika rakyat masih mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, maka klaim keberhasilan sektor pangan patut dipertanyakan,” tegasnya.


Kritik tersebut muncul seiring data harga pangan yang menunjukkan adanya kenaikan pada sejumlah komoditas strategis. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga bawang merah mengalami lonjakan tertinggi dengan kenaikan mencapai 19,25 persen menjadi Rp60.700 per kilogram.


Selain itu, harga bawang putih tercatat naik 7,76 persen menjadi Rp41.650 per kilogram. Pada kelompok beras, beras kualitas bawah II meningkat 6,57 persen menjadi Rp15.400 per kilogram, sementara beras kualitas super naik menjadi Rp17.500 per kilogram.


Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng kemasan bermerek I naik menjadi Rp24.350 per kilogram, minyak goreng kemasan bermerek II menjadi Rp23.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah meningkat menjadi Rp20.700 per kilogram.


Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Pengendalian harga kebutuhan pokok dinilai tetap menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan kebijakan pangan yang dijalankan pemerintah. (Red) 

×
Berita Terbaru Update