Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bayang-Bayang Spionase China, Alat Pelacak Ditemukan di Mobil Dinas PM Inggris

Rabu, Juni 10, 2026 | 16:00 WIB Last Updated 2026-06-10T09:00:14Z


indotimes.id, LONDON – Kekhawatiran terhadap aktivitas spionase China kembali mencuat setelah terungkap adanya perangkat pelacak rahasia yang ditemukan di mobil dinas Perdana Menteri Inggris. Temuan tersebut disebut terjadi pada 2022, namun baru diungkap ke publik dalam sidang parlemen Inggris pekan ini.


Informasi itu disampaikan Charles Parton, mantan diplomat senior Inggris yang memiliki pengalaman panjang bertugas di China, Hong Kong, dan Taiwan. Dalam keterangannya di hadapan Komite Bisnis dan Perdagangan Parlemen Inggris, Selasa (9/6/2026), Parton mengungkapkan bahwa kendaraan dinas perdana menteri sempat mengirimkan data ke China melalui sebuah modul seluler yang terpasang pada kendaraan tersebut.


“Mobil Perdana Menteri pada tahun 2022 mengirimkan data ke China melalui modul seluler,” kata Parton dalam sidang tersebut.


Menurutnya, perangkat tersebut diduga memungkinkan kendaraan berkomunikasi melalui jaringan seluler, sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pengumpulan data lokasi dan aktivitas pejabat tinggi negara.


Temuan itu disebut berasal dari komponen kendaraan yang telah disegel dan diimpor dari China. Bagian yang mengandung perangkat geolokasi tersebut diduga dipasang langsung oleh produsen kendaraan.


Meski demikian, belum diketahui secara pasti siapa perdana menteri yang menggunakan kendaraan tersebut saat alat pelacak ditemukan. Pada periode 2022, jabatan PM Inggris sempat dipegang secara bergantian oleh Boris Johnson, Liz Truss, dan Rishi Sunak dari Partai Konservatif.


Saat dimintai penjelasan mengenai sumber informasinya, Parton menyatakan bahwa kabar tersebut diperoleh dari seorang pejabat senior pemerintah yang mengetahui identitas kendaraan dimaksud.


Pengungkapan ini menambah daftar kekhawatiran Inggris terkait dugaan aktivitas intelijen Beijing. Isu tersebut pertama kali mencuat pada 2023 ketika laporan mengenai perangkat penyadapan dan pelacakan yang terkait dengan produk asal China mulai menjadi perhatian publik dan kalangan keamanan nasional.


Sebagai respons, otoritas keamanan Inggris melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan pemerintah yang digunakan para menteri dan diplomat. Sejumlah kendaraan bahkan dibongkar untuk memastikan tidak ada perangkat pelacak atau sistem komunikasi tersembunyi yang berpotensi membahayakan keamanan negara.


Di sisi lain, pemerintah China membantah keras tuduhan tersebut. Beijing menyebut berbagai laporan mengenai aktivitas spionase melalui produk dan teknologi asal China sebagai tuduhan yang tidak berdasar.


“Kami sangat menentang manipulasi politik terhadap kerja sama ekonomi dan perdagangan normal atau pencemaran nama baik perusahaan-perusahaan China,” demikian pernyataan pemerintah China saat menanggapi tuduhan serupa sebelumnya.


Hingga kini, Kepolisian Metropolitan London (Scotland Yard), yang bertanggung jawab atas pengelolaan kendaraan dinas perdana menteri, belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kasus tersebut. Pihak kepolisian hanya menyatakan tidak akan mengomentari masalah yang berkaitan dengan keamanan protektif.


Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street maupun Kantor Kabinet belum memberikan tanggapan resmi terkait pengungkapan terbaru tersebut. (Red) 
×
Berita Terbaru Update