Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Babak Baru Normalisasi Hubungan Resmi Dimulai

Kamis, Juni 18, 2026 | 10:16 WIB Last Updated 2026-06-18T03:16:16Z
AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Babak Baru Normalisasi Hubungan Resmi Dimulai

indotimes.id, WASHINGTON – Amerika Serikat dan Iran resmi memasuki fase baru hubungan bilateral setelah kedua negara menandatangani dokumen kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik dan membuka jalan bagi proses normalisasi hubungan kedua negara.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran secara terpisah melalui mekanisme elektronik pada Rabu (17/6/2026).

Presiden Trump mengonfirmasi penandatanganan dokumen tersebut saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles usai rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.

“Baru saja menandatanganinya,” kata Trump kepada wartawan.

Di waktu yang hampir bersamaan, Pemerintah Iran juga mengumumkan bahwa dokumen perdamaian telah ditandatangani oleh kedua kepala negara dan kini memasuki tahap implementasi.

“Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden. Sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.

Menurut Baqaei, proses penandatanganan dilakukan secara elektronik sehingga tidak memerlukan seremoni resmi dalam tahap awal. Namun, kedua negara tetap membuka kemungkinan penyelenggaraan acara simbolis sebagai bagian dari penguatan komitmen politik terhadap perjanjian tersebut.

Pemerintah Swiss sebelumnya mengungkapkan bahwa upacara resmi penandatanganan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di kawasan Danau Lucerne. Acara itu disebut akan dihadiri Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf dan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.

Iran menilai penandatanganan langsung oleh kedua presiden akan memperkuat posisi hukum dan politik dari kesepakatan yang telah dicapai.

“Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan biaya yang lebih besar,” kata Baqaei.

Dokumen perdamaian yang telah dipublikasikan kedua pihak itu akan diikuti masa negosiasi lanjutan selama dua bulan untuk menyelesaikan berbagai aspek teknis implementasi. Salah satu langkah awal yang disepakati adalah pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya pemulihan stabilitas kawasan dan kelancaran perdagangan energi global.

Kesepakatan tersebut dipandang sebagai perkembangan penting dalam hubungan AS-Iran yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik, konflik kepentingan regional, serta berbagai sanksi ekonomi.

Para pengamat menilai keberhasilan implementasi nota damai akan menjadi faktor penentu dalam menciptakan stabilitas baru di Timur Tengah sekaligus memberikan dampak positif terhadap pasar energi dan perekonomian global. (Red) 
×
Berita Terbaru Update