Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Amalan Malam 1 Muharam yang Dianjurkan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki

Selasa, Juni 16, 2026 | 14:40 WIB Last Updated 2026-06-16T07:41:12Z

Amalan Malam 1 Muharam yang Dianjurkan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki

indotimes.id – Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi dan memperbanyak ibadah. Ulama besar asal Makkah, Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, termasuk sosok yang memberikan perhatian khusus terhadap malam 1 Muharam sebagai kesempatan memperbarui hubungan dengan Allah SWT.


Dalam berbagai majelis ilmu dan nasihatnya, Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki mengajarkan agar umat Islam menghidupkan malam Tahun Baru Hijriah dengan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, membaca Al-Qur'an, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.


Menurut beliau, pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka dalam kalender, melainkan saat yang tepat untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.


Abuya menekankan pentingnya memperbanyak istighfar sebagai bentuk pengakuan atas kekurangan dan kesalahan yang telah dilakukan sepanjang tahun. Dengan istighfar, seorang Muslim diharapkan memasuki tahun baru dalam keadaan hati yang bersih dan penuh harapan akan ampunan Allah SWT.


Selain itu, beliau juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW. Kecintaan kepada Nabi, menurut Abuya, merupakan salah satu jalan untuk memperoleh keberkahan dan ketenangan hidup.


“Perbanyaklah shalawat kepada Rasulullah SAW, karena di dalamnya terdapat keberkahan, rahmat, dan kecintaan kepada Nabi yang menjadi teladan umat,” demikian pesan yang sering disampaikan dalam berbagai majelis beliau.


Malam 1 Muharam juga dianjurkan untuk diisi dengan doa akhir tahun dan doa awal tahun. Tradisi ini telah lama hidup di kalangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah sebagai sarana memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.


Tak hanya itu, Abuya juga mengingatkan pentingnya memperbarui niat dalam menjalani kehidupan. Tahun baru Hijriah hendaknya dijadikan titik awal untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, dan memperbanyak amal saleh.


Bagi Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, makna hijrah yang sesungguhnya bukan hanya perpindahan fisik sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga hijrah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.


Karena itu, beliau mengajak umat Islam menjadikan malam 1 Muharam sebagai malam penuh doa dan harapan, sekaligus momentum memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa di tahun yang baru.


Dengan memperbanyak ibadah, dzikir, istighfar, dan shalawat, malam pergantian tahun Hijriah diharapkan menjadi awal yang baik untuk menggapai keberkahan dan ridha Allah SWT. (Red) 

×
Berita Terbaru Update