Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bukan Sekadar Mengenyangkan Perut, Ini Tata Cara Makan dan Minum dalam Islam

Kamis, Juni 11, 2026 | 09:29 WIB Last Updated 2026-06-11T02:29:09Z
Bukan Sekadar Mengenyangkan Perut, Ini Tata Cara Makan dan Minum dalam Islam


indotimes.id, JAKARTA – Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk tata cara makan dan minum. Aktivitas yang sering dianggap sebagai rutinitas biasa itu ternyata memiliki nilai ibadah apabila dilakukan sesuai tuntunan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.


Para ulama menjelaskan bahwa adab makan dan minum dalam Islam tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan, tetapi juga membentuk karakter seorang muslim agar senantiasa bersyukur, disiplin, dan menjauhi sikap berlebihan.


Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:


"Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31).


Ayat tersebut menjadi dasar bagi para ulama bahwa seorang muslim dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman secukupnya serta menghindari sikap rakus dan pemborosan.


Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik (thayyib). Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 168 menegaskan:


"Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik."


Menurut para mufasir, perintah tersebut menunjukkan bahwa makanan yang dikonsumsi tidak hanya harus halal dari segi hukum, tetapi juga baik bagi kesehatan dan tidak membahayakan tubuh.


Sementara itu, Rasulullah SAW memberikan contoh langsung mengenai adab makan dan minum melalui berbagai hadis. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda kepada Umar bin Abi Salamah:


"Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu."


Hadis ini menjadi landasan utama adab makan dalam Islam, yakni membaca basmalah sebelum makan, menggunakan tangan kanan, serta tidak mengambil makanan secara sembarangan.


Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa membaca "Bismillah" sebelum makan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Jika seseorang lupa membacanya di awal, maka dianjurkan membaca:


"Bismillahi awwalahu wa akhirahu" (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).


Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan agar tidak mencela makanan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Nabi tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, maka beliau memakannya, dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.


Dalam hal minum, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk minum secara perlahan dan tidak sekaligus dalam satu tarikan napas. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi minum dalam tiga kali tegukan dan bernapas di luar wadah minuman.


Para ulama menilai cara tersebut lebih mencerminkan adab, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.


Salah satu hadis yang sering dijadikan pedoman dalam menjaga pola makan adalah sabda Rasulullah SAW:


"Tidak ada wadah yang lebih buruk yang dipenuhi manusia selain perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya." (HR. Tirmidzi)


Menurut para ulama, hadis ini menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam konsumsi makanan dan minuman. Pola makan berlebihan dinilai dapat menimbulkan berbagai penyakit sekaligus membuat hati menjadi lalai dalam beribadah.


Setelah selesai makan dan minum, Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk mengucapkan hamdalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Allah meridhai seorang hamba yang memuji-Nya setelah makan dan minum.


Ulama kontemporer menilai bahwa tuntunan Islam mengenai makan dan minum tetap relevan hingga saat ini. Selain mengandung nilai spiritual, berbagai adab tersebut juga sejalan dengan prinsip kesehatan modern yang menganjurkan pola makan seimbang, konsumsi makanan sehat, serta menghindari perilaku berlebihan.


Dengan demikian, makan dan minum dalam Islam bukan hanya aktivitas biologis semata. Melalui tuntunan Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan para ulama, setiap suapan makanan dan tegukan minuman dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menjaga kesehatan jasmani dan rohani. (Red) 

×
Berita Terbaru Update