BREAKING NEWS

Dampak Proyek 10 Ribu Truk Kopdes: Inden Hino untuk Konsumen Umum Membengkak

Foto: Ilustrasi

indotimes.id, JAKARTA – Komitmen PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mendukung program pemerintah melalui pengadaan 10.000 truk ringan untuk Koperasi Desa Merah Putih membawa konsekuensi bagi pasar ritel. Fokus produksi ke proyek strategis tersebut membuat waktu tunggu atau inden truk Hino untuk konsumen umum melonjak signifikan.

Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head HMSI, Wibowo Santoso, mengakui adanya dampak terhadap jadwal distribusi unit reguler. Jika sebelumnya konsumen hanya menunggu sekitar satu hingga dua bulan, kini masa inden bisa mencapai empat hingga lima bulan.

“Memang konsumen umum terdampak. Waktu tunggunya jadi lebih lama, bisa 4-5 bulan. Biasanya hanya satu sampai dua bulan,” ujar Wibowo dikutip detik, Jumat (27/2/2028).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah yang dinilai memiliki dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. “Ini program pemerintah yang sangat baik untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, jadi tentu kami berupaya maksimal,” katanya.

Produksi Tak Bisa Digeber Seketika

Wibowo menjelaskan peningkatan kapasitas produksi tidak bisa dilakukan secara instan. Prosesnya membutuhkan persiapan menyeluruh di rantai pasok, mulai dari kesiapan bahan baku hingga koordinasi dengan para pemasok.

Hino sendiri diminta memasok truk ringan enam roda penggerak 4x2 tipe 136HD. Untuk mengejar target, perusahaan harus memastikan suplai komponen stabil serta kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas produksi.

“Untuk menaikkan produksi secara mendadak itu tidak mudah. Harus dilakukan bertahap. Kita perlu menyiapkan bahan baku dan memastikan supplier siap,” jelasnya.

Peta Pasokan Truk untuk Agrinas

Dalam proyek ini, PT Agrinas Pangan Nusantara membutuhkan sekitar 80 ribu unit light duty truck (LDT) sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, Hino menyuplai 10.000 unit yang dirakit secara lokal.

Selain Hino, sejumlah produsen lain turut mengambil porsi pasar LDT untuk program tersebut, yakni Mitsubishi Fuso sebanyak 20.600 unit, Foton 13.500 unit, dan Isuzu 900 unit.

Sementara itu, untuk segmen light truck, Agrinas memilih jalur impor dari Tata Motors dengan pasokan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.

Dengan besarnya kebutuhan proyek tersebut, industri kendaraan niaga dalam negeri kini dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara memenuhi proyek strategis nasional dan mempertahankan kepuasan konsumen ritel yang mengandalkan unit untuk operasional bisnis sehari-hari. (Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar