Begini Tata Cara Memotong Kuku Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, Umat Diimbau Ikuti Adabnya
![]() |
| Ilustrasi memotong kuku. (Foto: istimewa) |
Beberapa hadis menjelaskan bahwa memotong kuku tidak hanya terkait kebersihan, tetapi juga menunjukkan ketaatan seorang muslim terhadap ajaran Rasulullah SAW.
Anjuran Memotong Kuku Menurut Sunnah
Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan tubuh termasuk kuku, sebagaimana terdapat dalam hadis riwayat Muslim:
"Bagian dari fitrah adalah memotong kuku…"
(HR. Muslim)
Ulama menjelaskan bahwa kuku yang panjang dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan bakteri, sehingga kebiasaan ini juga berkaitan dengan menjaga kesehatan.
Urutan Memotong Kuku Menurut Sunnah
Sejumlah pendapat ulama menyebutkan bahwa memotong kuku memiliki urutan yang dianjurkan meski tidak bersifat wajib. Urutannya sebagai berikut:
1. Kuku Tangan
Dimulai dari tangan kanan, kemudian ke tangan kiri. Urutan yang paling banyak dipraktikkan ulama adalah:
- Telunjuk tangan kanan
- Jari tengah
- Jari manis
- Kelingking
- Ibu jari
Setelah itu berpindah ke tangan kiri:
- Ibu jari kiri
- Telunjuk
- Jari tengah
- Jari manis
- Kelingking
2. Kuku Kaki
Setelah tangan, sunnah dilanjutkan dengan memotong kuku kaki, dimulai dari kaki kanan:
- Kelingking kanan menuju jempol
Lalu kaki kiri: - Jempol kiri menuju kelingking
Walau demikian, para ulama menegaskan bahwa urutan ini bersifat anjuran, bukan kewajiban. Yang terpenting adalah rutin menjaga kebersihan kuku.
Waktu yang Dianjurkan
Dalam beberapa riwayat, memotong kuku dianjurkan dilakukan secara berkala, tidak dibiarkan panjang lebih dari 40 hari.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA:
"Nabi SAW menentukan waktu bagi kami… untuk tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari."
(HR. Muslim)
Hari Jumat juga menjadi waktu yang baik untuk memotong kuku, sesuai kebiasaan para sahabat dan ulama terdahulu karena berkaitan dengan persiapan shalat Jumat dan kebersihan diri.
Adab-Adab Memotong Kuku
Para ulama juga menyebutkan beberapa adab penting:
- Tidak memotong kuku saat sedang berhadats besar (misalnya wanita haid), meskipun hal ini hanya dianjurkan sebagian ulama, bukan larangan mutlak.
- Mengumpulkan potongan kuku dan menguburnya sebagai bentuk kehormatan kepada bagian tubuh.
- Tidak meniup atau membuang kuku sembarangan.
- Memulai dari bagian kanan, sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW dalam banyak amalan.
Tata cara memotong kuku menurut sunnah Nabi Muhammad SAW bukan hanya ritual ibadah, melainkan juga bagian dari menjaga kebersihan diri. Para ahli fikih menegaskan bahwa mengikuti sunnah ini menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW dan upaya memelihara kesehatan tubuh. Waallahualam. (Red)
