Ingin Berpuasa, Penderita Diabetes Wajib Tau Hal Ini - indotimes.id - Berita Terbaru dan Terkini Hari Ini
BREAKING NEWS

Ingin Berpuasa, Penderita Diabetes Wajib Tau Hal Ini

indotimes.id – Berpuasa di bulan suci Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun bagi penderita diabetes, ibadah ini perlu dijalani dengan persiapan dan pengawasan medis yang ketat guna menghindari risiko komplikasi berbahaya.

Dokter mengingatkan bahwa perubahan pola makan dan jam konsumsi obat selama Ramadan dapat memicu ketidakseimbangan kadar gula darah, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi.

“Pasien diabetes yang berpuasa berisiko mengalami hipoglikemia maupun hiperglikemia. Bahkan dalam kondisi tertentu dapat terjadi ketoasidosis diabetik dan dehidrasi,” jelas dr. Kevin Adrian seperti dikutip dari Alodokter.

Konsultasi Sebelum Berpuasa

Menurut dr. Kevin, konsultasi medis sebelum Ramadan menjadi langkah penting. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi tubuh stabil serta menyesuaikan dosis obat yang dikonsumsi.

“Pemeriksaan sebaiknya dilakukan 1–2 bulan sebelum Ramadan agar pasien bisa mempersiapkan diri dengan optimal,” ujarnya.

Atur Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka

Dalam menjalani puasa, penderita diabetes dianjurkan menghindari makanan tinggi karbohidrat sederhana dan lemak saat berbuka.

“Makanan seperti nasi putih berlebihan dan roti tawar dapat meningkatkan gula darah secara cepat. Sebaiknya pilih karbohidrat kompleks, serat, dan protein agar kadar gula lebih stabil,” jelasnya.

Sayuran seperti brokoli dan wortel serta buah seperti apel dan pisang dinilai lebih aman dikonsumsi dalam porsi terkontrol.

Hindari Aktivitas Berlebihan

Aktivitas fisik yang terlalu berat selama puasa juga berpotensi memicu hipoglikemia.

“Jika tubuh terlalu lelah tanpa asupan makanan dalam waktu lama, gula darah bisa turun drastis,” kata dr. Kevin.

Karena itu, pasien disarankan menyesuaikan aktivitas harian dan menghindari kelelahan berlebihan.

Cukupi Cairan, Kenali Tanda Bahaya

Selain menjaga asupan makanan, penderita diabetes juga harus memperhatikan kecukupan cairan saat sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi. Minuman manis berlebihan dan berkafein sebaiknya dibatasi.

Pasien juga diimbau segera membatalkan puasa bila muncul gejala seperti keringat dingin, gemetar, dan pusing.

“Jika kadar gula darah di bawah 70 mg/dl atau di atas 300 mg/dl, puasa harus segera dihentikan demi keselamatan,” tegasnya.

Pertimbangkan Kondisi Kesehatan

Meski puasa merupakan kewajiban, Islam juga memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

“Keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas. Jangan memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan,” pungkas dr. Kevin.

Dengan pengawasan dokter, pengaturan pola makan, serta pemantauan gula darah secara rutin, penderita diabetes tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih aman. (Red) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar