Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

"Iran Harus Tarik Diri dari NPT": Komite Parlemen Desak Balasan atas Serangan AS

Senin, Juni 23, 2025 | 06:51 WIB Last Updated 2026-06-17T01:11:52Z
Anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebarahim Rezeki. (foto istimewa) 

INDOTIMES.ID, Teheran - Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mendesak pemerintah untuk keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.

Anggota komite, Ebrahim Rezaei, mengungkapkan bahwa mayoritas anggota mengecam keras kinerja Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan menyerukan agar kerja sama dengan badan tersebut dihentikan atau setidaknya ditangguhkan.

"Selain mengecam IAEA, anggota komite juga mengusulkan agar parlemen segera membahas peninjauan ulang keikutsertaan Iran dalam NPT dan mempertimbangkan untuk menarik diri dari perjanjian tersebut," ujar Rezaei dilansir Tasnim, Senin (23/6/2025). 

Rapat komite tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) serta seorang wakil menteri luar negeri. Pihak AEOI memastikan bahwa semua langkah pengamanan telah diambil pasca serangan AS dan kondisi kini dalam kendali.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran, yakni di Isfahan, Natanz, dan Fordow, pada malam 22 Juni. Trump menyatakan bahwa serangan itu ditujukan untuk memaksa Teheran menghentikan konflik.

Sejak 13 Juni lalu, Iran juga mengalami serangan bertubi-tubi dari Israel yang mengklaim target utamanya adalah menghentikan program nuklir dan rudal Iran.

Langkah parlemen ini menandai peningkatan tajam dalam ketegangan diplomatik dan bisa membuka babak baru konfrontasi antara Iran dan negara-negara Barat terkait isu senjata nuklir. (Red)

×
Berita Terbaru Update