Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Siapkan Dana £650 Juta, Tes DNA untuk Bayi Baru Lahir di Inggris: Hal Ini Tujuannya...

Senin, Juni 23, 2025 | 07:30 WIB Last Updated 2026-06-11T01:09:07Z

Ilustrasi bayi tes DNA. (Foto istimewa) 

INDOTIMES.ID, London - Setiap bayi yang lahir di Inggris akan menjalani tes kesehatan baru yang bertujuan mendeteksi risiko ratusan penyakit sejak dini.

Dilaporkan the sun, Langkah ini merupakan bagian dari investasi besar senilai £650 juta oleh pemerintah Inggris untuk merevolusi sistem kesehatan berbasis pencegahan.

Tes ini akan dilakukan dengan mengambil sampel darah dari tali pusar bayi segera setelah mereka lahir, untuk kemudian dianalisis menggunakan teknologi pengurutan DNA.

Hasilnya akan digunakan untuk menilai risiko terhadap lebih dari 200 penyakit genetik, jauh melampaui cakupan tes tusuk tumit konvensional yang hanya mendeteksi sembilan kondisi langka.

Menteri Kesehatan Inggris, Wes Streeting, menyatakan bahwa pendekatan ini akan mengubah wajah NHS (National Health Service) menjadi layanan yang tidak hanya mengobati, tetapi juga mampu memprediksi dan mencegah penyakit.

"Genomik memberi kita kesempatan untuk bertindak lebih awal. Kita tak lagi menunggu penyakit datang, melainkan mencegahnya sebelum gejala muncul," kata Streeting.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi kesehatan nasional jangka panjang selama 10 tahun, yang akan diluncurkan bulan depan.

Fokusnya adalah pengobatan yang dipersonalisasi dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan studi genetika (genomik).

Kepala Eksekutif NHS, Amanda Pritchard, menambahkan bahwa program ini akan memberikan dampak nyata bagi banyak keluarga.


"Jika kita bisa mendiagnosis kondisi genetik pada anak-anak lebih awal, kita bisa mencegah dampak serius yang menghancurkan kehidupan mereka," ujarnya.

Sementara itu, para peneliti juga tengah mengembangkan tes darah revolusioner untuk mendeteksi kanker prostat dalam waktu kurang dari 15 menit.

Studi dari Universitas Aston di Birmingham menunjukkan bahwa metode ini memiliki tingkat akurasi hingga 90 persen dan dapat dilakukan secara non-invasif sebelum gejala muncul.

Profesor Igor Meglinski, salah satu ilmuwan di balik inovasi ini, menyebutnya sebagai "lompatan besar dalam onkologi yang dipersonalisasi."

Dengan langkah-langkah inovatif ini, Inggris tengah mengarah pada masa depan layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan menyeluruh—dimulai sejak detik pertama kehidupan. (Red) 

×
Berita Terbaru Update