Notification

×

Iklan

Iklan

Said Iqbal Masuk Istana, Prabowo Perkuat Representasi Buruh di Pemerintahan

Senin, Juni 08, 2026 | 12:19 WIB Last Updated 2026-06-08T06:08:33Z


indotimes.id, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah baru dalam memperkuat hubungan pemerintah dengan kalangan pekerja melalui penunjukan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Buruh.
Pelantikan Said Iqbal dijadwalkan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026) sore, bersamaan dengan pengambilan sumpah jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kehadiran Said Iqbal di lingkungan pemerintahan merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk memberikan perhatian lebih terhadap isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.

"Beliau akan diminta membantu Bapak Presiden berkenaan dengan masalah ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh sebagai bentuk komitmen Presiden terhadap sektor tersebut," ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Selain melantik pejabat baru, Presiden Prabowo juga akan menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat.

Penunjukan Said Iqbal dinilai menjadi sinyal semakin terbukanya ruang dialog antara pemerintah dan kelompok buruh. Selama ini, Said Iqbal dikenal sebagai salah satu tokoh vokal yang memperjuangkan berbagai isu ketenagakerjaan di Indonesia.

Dukungan terhadap langkah tersebut datang dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. Menurutnya, kehadiran tokoh buruh di dalam pemerintahan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.

"Saya memberikan dukungan penuh. Ini merupakan sinergi yang luar biasa antara pimpinan buruh yang berada di dalam pemerintahan dan yang tetap berada di luar pemerintahan untuk bersama-sama memperjuangkan nasib buruh Indonesia," kata Andi Gani.

Masuknya Said Iqbal ke lingkaran Istana diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan kalangan pekerja, terutama dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada kesejahteraan buruh dan peningkatan kualitas tenaga kerja nasional. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update