indotimes.id, MUBA — Langkah strategis diambil Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mempercepat pemerataan infrastruktur energi berkualitas. Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, meresmikan peralihan massal pelanggan PT Muba Electric Power (MEP) ke PT PLN (Persero) di Desa Air Putih Ulu, Kecamatan Plakat Tinggi, Musi Banyuasin (Muba), Jumat (19/6/2026).
Migrasi ini dinilai sebagai momentum krusial. Bukan sekadar urusan pemindahan administrasi pencatatan meteran, melainkan sebuah stimulus untuk mendongkrak produktivitas ekonomi warga di tingkat tapak sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Gubernur Herman Deru menegaskan, setelah melalui proses birokrasi yang panjang lintas kepemimpinan daerah, masyarakat Muba kini berhak mendapatkan mutu pelayanan kelistrikan yang jauh lebih andal dan stabil.
"Hari ini kita berbicara tentang kebutuhan pokok masyarakat, yaitu listrik. Peralihan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat agar mendapatkan pelayanan kelistrikan yang lebih baik. Jangan hanya sekadar terang, harus ada dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat," tegas Herman Deru.
Target Lampaui Kuota, Dorong Geliat UMKM
Proses migrasi pelanggan ini mencatatkan performa impresif dengan realisasi mencapai 102 persen dari target awal yang ditetapkan. Pemerintah daerah optimistis, pasokan listrik yang stabil dari PLN akan langsung berdampak pada sektor-sektor produktif.
Herman Deru mengimbau warga tidak lagi memperlakukan listrik sebatas pemenuh kebutuhan konsumtif rumah tangga (penerangan malam hari), melainkan sebagai modal usaha. Kehadiran daya yang stabil diharapkan mampu menyokong:
1. Sektor Pendidikan & Ibadah: Kenyamanan belajar anak-anak di rumah serta optimalisasi fasilitas rumah ibadah.
2. Sektor Ekonomi Kreatif: Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis rumah tangga oleh kaum perempuan.
3. Sektor Industri Lokal: Jaminan pemeliharaan layanan yang minim gangguan untuk menjaga kontinuitas produksi.
Nasib BUMD: PT MEP Bertahan Sebagai Mitra Strategis
Terkait masa depan PT MEP pasca-kehilangan basis pelanggan utamanya, Herman Deru memastikan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut tidak akan dilikuidasi atau ditutup. Pemerintah telah menyiapkan cetak biru (*blueprint*) baru bagi PT MEP.
"PT MEP tidak ditutup. Ke depan, perusahaan ini tetap menjadi mitra dan dapat berpartisipasi sesuai dengan *core business* (inti bisnis) yang dimiliki," jelasnya, mengisyaratkan adanya reorientasi fungsi perusahaan menjadi mitra taktis PLN di wilayah Muba.
Sinergi Tiga Pilar
Bupati Muba, Toha Tohet, mengungkapkan rasa leganya atas realisasi proyek interkoneksi ini. Menurutnya, kepastian pasokan listrik PLN telah menjadi penantian panjang warga Muba selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID S2JB, Wahyudi, menyatakan komitmen penuh korporasi untuk menjaga reliabilitas (keandalan) pasokan pasca-migrasi besar-besaran ini.
PLN berjanji akan terus memperkuat infrastruktur jaringan di Muba guna memastikan pasokan listrik sesehat mungkin demi menyokong aktivitas ekonomi daerah.
(Siba/Ril)

