Lewat IFA7, KSMI Guncang Dunia, Merah Putih Bidik Prestasi di Kejuaraan Dunia Honduras 2025
indotimes id, JAKARTA — Gelombang kebangkitan olahraga sepak bola mini dan sepak bola tujuh sisi di Indonesia semakin menguat. Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI), yang telah diakui secara resmi sebagai anggota penuh KONI Pusat, kini resmi menerima bergabungnya Federasi Sepak Bola 7 Indonesia (FA7 Indonesia) ke dalam naungan organisasi tersebut.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penyatuan visi, kekuatan, dan semangat untuk membangun prestasi sepak bola mini Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Di saat yang sama, KSMI juga menegaskan status barunya sebagai anggota resmi Federasi Sepak Bola 7 Internasional (IFA7) yang berkedudukan di Calgary, Kanada, di bawah kepemimpinan Presiden IFA7, David Daniel Balcorta. Keanggotaan tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tampil dan bersaing di level dunia.
Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro, menegaskan bahwa bergabungnya FA7 Indonesia ke dalam KSMI bukan sekadar bentuk kerja sama organisasi, melainkan penyatuan kekuatan demi kemajuan sepak bola mini Indonesia.
“Kami meyakini bahwa di bawah naungan KSMI yang memiliki landasan hukum kuat, jaringan luas, dan visi besar ke depan, FA7 Indonesia dapat berkembang lebih cepat. Kami memiliki semangat yang sama untuk mencetak atlet tangguh dan membawa nama Indonesia diperhitungkan di dunia sepak bola mini internasional,” ujar Bambang Pramukantoro.
Mantan Ketua Umum PSSI Jawa Timur tersebut menilai penyatuan ini akan menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk tampil lebih kompetitif di ajang sepak bola tujuh sisi dunia.
Ketua Umum KSMI, Yan Mulai Abidin, menyambut bergabungnya FA7 Indonesia sebagai tambahan kekuatan besar bagi organisasi yang dipimpinnya.
“Kehadiran FA7 Indonesia bukan sekadar menambah barisan, tetapi memperkuat kapasitas, semangat, dan arah perjuangan kami. Ini menjadi langkah strategis untuk meneguhkan KSMI sebagai wadah yang sah, kuat, dan solid dalam menaungi sepak bola mini Indonesia,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keanggotaan resmi KSMI di IFA7 merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap perkembangan organisasi olahraga tersebut di Indonesia.
“Kini Indonesia memiliki panggung resmi untuk bersaing dengan negara-negara besar di dunia,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal KSMI, Daeng Supriyanto, menyebut bergabungnya FA7 Indonesia semakin memperkuat posisi KSMI sebagai rumah bersama sepak bola mini nasional.
“Semakin banyak elemen yang bersatu dalam KSMI, semakin jelas bahwa organisasi ini menjadi wadah yang sah dan terpercaya untuk membangun prestasi bersama. Persatuan adalah kunci utama untuk melangkah lebih jauh,” tegasnya.
Semangat persatuan tersebut akan langsung diuji di ajang Kejuaraan Dunia IFA7 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Honduras, Amerika Tengah, pada 27–31 Mei 2025.
FA7 Indonesia mulai mempercepat pembentukan Tim Nasional Indonesia yang akan tampil membawa nama bangsa di turnamen tersebut.
“Indonesia tidak datang hanya untuk berpartisipasi. Kami hadir sebagai penantang serius yang siap bersaing dengan negara-negara kuat seperti Brasil, Spanyol, Meksiko, Kanada, Kosta Rika, Kamerun, hingga Venezuela,” ujar Bambang Pramukantoro.
Menurutnya, proses pembentukan tim dilakukan secara serius dengan fokus pada kemampuan teknik, kekuatan mental, dan semangat nasionalisme.
“Kami ingin membangun tim yang memahami bahwa lambang Garuda di dada adalah kehormatan besar. Di Honduras nanti, Indonesia bukan hanya bertanding secara teknik, tetapi juga membawa harga diri bangsa,” katanya.
Tokoh olahraga nasional, Nelson Sanchez, turut memberikan dukungan terhadap langkah penyatuan KSMI dan FA7 Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan momentum penting bagi kemajuan olahraga nasional.
“Persatuan adalah syarat mutlak untuk bisa bersaing di tingkat dunia. Dengan fondasi organisasi yang kuat dan dukungan internasional melalui IFA7, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan baru dalam sepak bola mini dunia,” ujarnya.
Ia optimistis Indonesia mampu mencatat sejarah baru pada ajang dunia di Honduras.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Honduras 2025, Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai pusat seleksi dan pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia.
Menurut Bambang Pramukantoro, Bogor dipilih karena memiliki potensi atlet yang besar serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan KONI setempat.
“Bogor kami siapkan sebagai tempat pembentukan tim yang solid, kuat, dan siap menghadapi persaingan dunia. Target kami jelas: membawa Indonesia tampil membanggakan dan mengumandangkan Indonesia Raya di ajang internasional,” ungkapnya.
Penyatuan KSMI dan FA7 Indonesia, ditambah pengakuan resmi melalui keanggotaan di IFA7, menjadi langkah penting dalam membangun masa depan sepak bola mini Indonesia.
Dengan semangat persatuan dan target prestasi internasional, Indonesia kini bersiap menorehkan sejarah baru di panggung sepak bola mini dunia.
Bersama KSMI dan FA7 Indonesia, Merah Putih Siap Menghentak Dunia. (Yanti)
