Fakta Dampak Terhadap Indonesia Terkait Konflik Iran-Israel
indotimes.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan potensi dampak serius dari konflik bersenjata antara Iran dan Israel terhadap stabilitas kawasan hingga ekonomi global, termasuk Indonesia.
AHY menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi akibat eskalasi militer tersebut.
“Kita tetap mengantisipasi,” kata AHY di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).
Ketegangan memuncak setelah Amerika Serikat bergabung dengan Israel melancarkan serangan udara dan laut ke sejumlah titik di Iran, termasuk wilayah di Teheran yang dilaporkan berada di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Operasi itu disebut sebagai langkah militer gabungan Washington–Tel Aviv untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran.
Sebagai respons, Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Aksi saling serang ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan internasional.
Menurut AHY, konflik tersebut berisiko mengganggu sektor transportasi dan energi global, terutama karena kawasan Timur Tengah menjadi titik vital distribusi energi dunia. Jalur strategis seperti Selat Hormuz, Bab al-Mandeb, dan Terusan Suez berpotensi terdampak apabila eskalasi terus berlanjut.
“Karena memang ini akan menyebabkan, bukan hanya ke manusia, tapi juga akan menyebabkan berbagai dampak yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi dunia,” ujarnya.
AHY juga menyoroti potensi gangguan terhadap penerbangan internasional. Ia menyebut maskapai penerbangan kemungkinan akan mengevaluasi ulang rute dan aspek keselamatan jika situasi memburuk.
“Pasti maskapai-maskapai juga akan menghitung kembali faktor keselamatan nomor satu,” pungkasnya.
Pemerintah Indonesia, kata AHY, terus mencermati dinamika konflik guna memitigasi risiko terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang meningkat. (A17)
