BREAKING NEWS

Majelis Ahli Siapkan Transisi Kepemimpinan Iran, Dua Nama Kuat Mengemuka


indotimes.id, JAKARTA – Mekanisme pergantian kepemimpinan di Iran mulai bergerak cepat usai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyusul serangan militer Israel dan Amerika Serikat.

Sebanyak 88 anggota Assembly of Experts atau Majelis Ahli dijadwalkan berkumpul untuk menentukan sosok yang akan menggantikan Khamenei. Media Al Jazeera melaporkan, pembahasan internal kini mengerucut pada dua skema utama.

Skenario pertama menyebutkan bahwa sebelum wafat, Khamenei telah menyiapkan empat nama calon pengganti. Namun hingga kini, Majelis Ahli belum mengungkap identitas kandidat tersebut ke publik.

Sementara itu, skenario kedua adalah pembentukan dewan sementara beranggotakan empat orang yang akan menjalankan pemerintahan selama masa transisi hingga pemimpin baru resmi ditetapkan.

Laporan Reuters pada Juni 2025 sebelumnya mengungkap bahwa sebuah komite beranggotakan tiga ulama senior—yang dibentuk langsung oleh Khamenei—telah mempercepat proses penjaringan calon suksesor. Lima sumber yang mengetahui pembahasan itu menyebut Khamenei rutin menerima laporan perkembangan terkait suksesi.

“Jika pemimpin tertinggi wafat, elite penguasa akan segera menunjuk pengganti untuk menegaskan stabilitas dan kesinambungan kekuasaan,” ujar salah satu sumber dikutip Reuters.

Kriteria calon pemimpin baru disebut tetap berpegang pada kesetiaan terhadap prinsip Revolusi Islam yang dirintis pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini.

Dalam diskusi internal, dua nama disebut mencuat yakni Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, serta Hassan Khomeini, cucu Ruhollah Khomeini. Meski demikian, para sumber menegaskan belum ada keputusan final dan daftar kandidat masih dapat berubah.

Pemerintah Iran telah mengonfirmasi kematian Khamenei melalui kantor berita Tasnim dan Fars. Selain itu, stasiun televisi pemerintah Iran yang dilaporkan AFP juga mengumumkan kabar duka tersebut sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Dalam siaran televisi tersebut disebutkan, “Bangsa besar Iran dan pemimpin besar umat Islam, Imam Khamenei, telah meninggal dunia dalam syahid pada bulan suci Ramadan.”

Transisi kepemimpinan ini dinilai menjadi ujian stabilitas politik Iran di tengah eskalasi konflik kawasan dan tekanan internasional yang kian meningkat. (Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar