Viral Minta Tolong, 15 Pemuda Palembang Masih Menunggu Pemulangan dari Kamboja
indotimes.id, PALEMBANG – Sebanyak 15 pemuda asal Palembang hingga kini masih tertahan di Kamboja dan belum dapat dipulangkan ke Indonesia. Kepulangan mereka terkendala persoalan dokumen perjalanan yang masih dalam proses pengurusan.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah, mengatakan seluruh warga tersebut berangkat ke luar negeri secara nonprosedural.
“Update dari 15 orang di Kamboja, masih ada masalah dokumen yang sedang dalam proses, sehingga secara keseluruhan belum bisa dipulangkan,” ujar Waydinsyah saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026).
Berawal dari Iming-iming Pekerjaan
Berdasarkan pengakuan para pemuda tersebut, mereka awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai pegawai restoran di Malaysia dengan gaji tinggi. Namun setelah tiba di Malaysia, mereka justru dibawa ke Thailand dan kemudian berakhir di Kamboja.
Kasus ini mencuat setelah video permintaan tolong mereka viral di media sosial. Dalam video itu, mereka meminta bantuan kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa agar bisa dipulangkan ke tanah air.
“Saya konfirmasi beritanya, kapan dan di mana kejadiannya, lalu divalidasi. Kami mendapatkan kontak salah satu warga bernama Farel. Saya tanya apakah benar warga Indonesia dan berada di Kamboja, dan dia membenarkan,” jelas Waydinsyah.
Terkendala Paspor dan Exit Permit
Hasil penelusuran BP3MI menunjukkan sebagian dari mereka sudah tidak memegang paspor karena dokumen tersebut diambil oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
“Untuk bisa kembali ke Indonesia, mereka diwajibkan memiliki dokumen resmi seperti paspor. Jika paspor tidak ada, maka harus diterbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) agar dapat melewati proses imigrasi dan memperoleh izin keluar (exit permit),” katanya.
Saat ini, para pemuda tersebut telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh untuk pengurusan dokumen. Namun prosesnya memerlukan waktu karena tingginya jumlah pengajuan dari berbagai daerah.
“Kendala utamanya memang di dokumen yang masih diproses di KBRI. Di sana sangat padat, banyak yang diurus, bukan hanya dari Sumsel, tetapi juga dari Bangka Belitung, Jawa Barat, Jakarta, dan daerah lainnya,” ungkap Waydinsyah.
Ia menambahkan, proses pengurusan dokumen di perwakilan RI dapat memakan waktu 24 hari hingga satu bulan, tergantung permasalahan masing-masing individu.
Pemprov Sumsel Turun Tangan
Menanggapi video viral tersebut, Herman Deru mengaku telah berkomunikasi langsung dengan para pemuda yang kini berada di Kamboja. Ia memastikan pemerintah daerah bergerak cepat untuk membantu proses pemulangan.
“Sudah kita urus, baru tersambung teleponnya. Nanti kita pulangkan ke sini,” kata Herman Deru, Rabu (18/2/2026) malam.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri tanpa melalui prosedur resmi.
Menurutnya, proses keberangkatan harus dilakukan melalui jalur yang sah guna menghindari risiko penipuan maupun perdagangan orang.
Pemerintah Provinsi Sumsel bersama instansi terkait saat ini terus berkoordinasi untuk mempercepat kelengkapan dokumen. Jika seluruh persyaratan, termasuk paspor atau SPLP serta izin keluar dari otoritas imigrasi Kamboja telah lengkap, maka 15 pemuda tersebut akan segera dipulangkan ke Indonesia. (AS)
