Tepis Isu Miring Soal Program Umroh Pemkab Muba, Ini Penjelasan Kabag Kesra
![]() |
| Kepala Bagian Kesra Pemkab Muba, Opi Palopi. |
INDOTIMES.id, Sekayu- Simpang siur pemberitaan terkait pelaksanaan program umroh yang dilaksanakan Pemkab Musi Banyuasin (Muba) ditanggapi serius oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Muba, Opi Palopi.
Menurut dia, program bertujuan mulia yang memberangkatkan masyarakat Muba ke tanah Suci Mekah seyogyanya tak menjadi polemik.
Persoalan E- purchasing penunjukan dengan metode Negosiasi Harga atau mini kompetisi terhadap pelaksanaan umroh kata dia, sudah dikonsultasikan dengan bagian Pengadaan Barang Jasa (PBJ) atau Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan berbagai pertimbangan sebagaimana pasal 18 peraturan lembaga kebijakan Pengadaan barang/jasa pemerintah No 9 tahun 2021.
“Perlu diingat selama ini sejak tahun 2017 sampai dengan 2024 semua pelaksanaan kegiatan umroh ditunjuk langsung, karena ada bagian-bagian detail yang sangat dibutuhkan peserta umroh tidak termasuk dalam toko-toko pilihan yang ada dalam etelase katalog", ujar Opi Palopi, Selasa (25/11/2025).
Sebagai contoh pendampingan tenaga kesehatan dokter dan perawat semua itu wajib dibebankan pada pihak penyelenggara Travel umroh.
Alasan lain, dilakukannya penunjukan langsung bahwa, pihak Kesra telah selektif menunjuk agen travel umroh berpengalaman yang telah memberangkatkan jamaah dari pemerintahan kabupaten kota lain.
Apalagi kata Opi, tidak semua agen travel umroh bisa menyiapkan tiket pesawat dan visa dalam waktu singkat.
"Terhadap isu dan fitnah adanya bagi-bagi fee pelaksanaan umroh saya tegaskan sebaiknya fitnah itu tidak diperpanjang karena hal itu tidak ada, dan akan berdampak terhadap pelaksanaan ibadah yang awal tujuan mulia. Saya tegaskan secara terbuka kita hitung secara sama-sama biaya keberangkatan umroh ini agar publik mengerti dan tidak salah paham,” tegasnya.
Untuk Biaya umroh tahun yang dianggarkan per jamaah sebesar Rp 34.300.000 dengan rincian
1. Gratis paspor, suntik miningitis dan polio Rp 1.450.000 ( silahkan di cek di imigrasi dan rumah sakit)
2. Rp. 2.000.000 biaya pesawat garuda PP Palembang Jakarta
3. 1.000.000 ( biaya 2x manasik, penginapan sebelum atau sesudah keberangkatan, transportasi PP muba palembang, konsumsi ( 6x makan dan 6x snack)
4. Rp 500.000 kelengkapan jamaah mulai dari koper kecil dan besar sampai dengan baju batik sal dan lainya.
"Sebelum keberangkatan menuju tanah suci total perkiraan biaya lebih kurang Rp 5 Juta, silahkan dicek dan kita hitung bersama- bersama,” imbuhnya.
Dia juga mempersilahkan masyarakat untuk mengecek biaya pesawat Garuda pulang pergi Jakarta - Jedah dengan jadwal penerbangan akhir tahun yang berkisar Rp 15 juta tiket pulang pergi.
Sementara untuk ketiga Visa sekaligus kesiapan transportasi bus jamaah diangka Rp 2.200.000. Untuk penginapan selama 9 hari di Mekah dan Madinah memakan biaya kurang lebih Rp 10 jt termasuk biaya konsumsi, biaya dokter, perawat, muthowif, pembimbing, ziarah umroh serta biaya biaya lainnya. Sehingga total hitungan kasar mencapai Rp Rp 31.200.000.
" Ini belum termasuk pajak dan jasa travel. Tahun ini kuota jamaah yang berangkat dalam program umroh gratis dari dana APBD Pemkab Muba sebanyak 268 jamaah,” tukasnya. (Ar)


