BPOM Temukan 1,35 Juta Link Obat Ilegal Dijual Online, Taruna Ikrar Ungkap Penyebabnya
![]() |
| Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar. (foto/istimewa) |
INDOTIMES,id, Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan alasan di balik maraknya peredaran obat-obatan ilegal yang dijual secara online. Meski penindakan terus dilakukan, jumlah produk ilegal yang beredar di internet masih sangat tinggi dan banyak dibeli masyarakat.
Taruna menyebut BPOM menemukan sedikitnya 1,35 juta tautan penjualan obat ilegal di berbagai platform online. Karena berkaitan langsung dengan ruang digital, BPOM terus berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, untuk memperkuat pengawasan.
Produk Ilegal Diduga Banyak Masuk dari Luar Negeri
Taruna menjelaskan, era digital membuat penjual dari luar negeri semakin mudah menawarkan produk ilegal kepada masyarakat Indonesia. Kondisi ini turut berkontribusi pada menjamurnya jual-beli obat ilegal tanpa pengawasan.
“Dengan perubahan teknologi, makin mudah bagi pihak luar menjual obat ilegal ke Indonesia melalui internet,” ujarnya.
Minimnya Pemahaman Publik Jadi Tantangan
Selain faktor digital, Taruna menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai risiko obat ilegal. Banyak konsumen yang belum dapat membedakan produk yang telah terdaftar di BPOM dan yang tidak.
Karena itu, BPOM terus meningkatkan edukasi mengenai cara memeriksa legalitas produk agar masyarakat semakin waspada.
BPOM Gunakan Tim Cyber dan Intelijen untuk Pengawasan
Untuk memperkuat perlindungan, BPOM mengerahkan tim cyber dan intelijen yang memantau aktivitas penjualan obat ilegal selama 24 jam.
“Kita punya direktorat cyber yang memantau 24 jam, kita punya intel, dan melakukan penyelidikan jika kasusnya masuk. Semua ini bagian dari mitigasi,” jelas Taruna.
Temuan Obat Ilegal Terbanyak Januari–Juni 2025
Dalam patroli siber BPOM periode Januari–Juni 2025, ditemukan lima produk obat ilegal yang paling banyak dijual secara bebas di marketplace:
1. Cream BL
-
2.184 tautan penjualan
-
113.851 pcs terjual
-
Lokasi toko terbanyak: Tangerang
2. Pi Kang Wang
-
1.395 tautan penjualan
-
185.400 pcs terjual
-
Lokasi toko terbanyak: Jakarta Barat
3. Tramadol
-
629 tautan penjualan
-
17 pcs terjual
-
Lokasi toko terbanyak: Purwakarta
4. Pabron Kids
-
582 tautan penjualan
-
713 pcs terjual
-
Lokasi toko terbanyak: Jakarta Barat
5. USA Viagra MMC
-
286 tautan penjualan
-
42.438 pcs terjual
-
Lokasi toko terbanyak: Jakarta Barat
BPOM menegaskan akan terus memperketat pengawasan digital untuk meminimalkan peredaran obat ilegal dan menjaga keamanan masyarakat. (Red)


