Breaking News
Deskripsi gambar

Terbongkar! Pesan Misterius "Jangan Lupakan Aku" di Balik Vonis Bebas Ronald Tannur

Sidang lanjutan kasus dugaan suap dalam vonis bebas Gregorius Ronald Tannur. (Foto Istimewa)

INDOTIMES.ID, Jakarta Sidang lanjutan kasus dugaan suap dalam vonis bebas Gregorius Ronald Tannur mengungkap fakta mencengangkan.

Dua hakim yang menjadi bagian dari majelis hakim yang membebaskan Ronald—Erintuah Damanik dan Mangapul—mengungkap adanya pesan terselubung dari mantan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rudi Suparmono.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Jumat (13/6/2025), Erintuah mengungkap bahwa Rudi beberapa kali menitipkan pesan singkat namun bermakna: "jangan lupakan aku."

Kedua hakim tersebut hadir sebagai saksi dalam kasus gratifikasi senilai 43 ribu dolar Singapura (SGD) yang menyeret Rudi Suparmono sebagai terdakwa.

Gratifikasi itu diduga diberikan oleh pengacara Ronald Tannur, Lisa Rachmat, agar Rudi menunjuk majelis hakim yang diinginkan dalam perkara kematian Dini Sera Afrianti.

Jaksa menuding Rudi menyalahgunakan kewenangannya sebagai Ketua PN Surabaya dengan menunjuk tiga hakim pilihan: Erintuah Damanik, Mangapul, dan Heru Hanindyo.

Ketiganya lalu menjatuhkan vonis bebas kepada Ronald Tannur, yang sebelumnya didakwa dalam kasus penganiayaan hingga menyebabkan kematian Dini Sera.

Dalam persidangan, Erintuah hadir dengan mengenakan baju biru dongker, sementara Mangapul memakai pakaian abu-abu.

Keduanya disumpah sebelum memberikan kesaksian. Atas permintaan jaksa, pemeriksaan dilakukan secara terpisah demi menggali keterangan lebih objektif.

Diketahui, baik Erintuah maupun Mangapul telah dijatuhi vonis 7 tahun penjara karena keterlibatan mereka dalam perkara ini.

Kasus ini semakin menyoroti praktik kotor di balik sistem peradilan yang seharusnya menjadi garda terakhir keadilan.

Persidangan terhadap Rudi Suparmono masih berlanjut. Jaksa penuntut umum berharap rangkaian kesaksian ini dapat memperjelas alur gratifikasi dan intervensi dalam pemilihan majelis hakim yang diduga kuat melibatkan transaksi uang untuk mempengaruhi putusan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
Deskripsi gambar