Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kronologi Lengkap Isu Jokowi Idap Sindrom Stevens–Johnson, Ini Faktanya

Minggu, Juni 22, 2025 | 07:35 WIB Last Updated 2026-06-08T06:08:32Z
Wajah Jokowi saat merayakan Ultah yang ke-64 Tahun. (Foto Istimewa) 

INDOTIMES.ID – Isu mengejutkan tentang kondisi kesehatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencuat ke publik pada awal Juni 2025.

Presiden disebut mengidap penyakit langka Sindrom Stevens–Johnson (SJS). Namun hingga kini, tidak ada bukti medis yang menguatkan dugaan tersebut.

Pihak Istana telah memberikan klarifikasi resmi bahwa Jokowi hanya mengalami alergi ringan, bukan penyakit serius seperti yang ramai diberitakan.

Berikut kronologi lengkap isu tersebut:

Awal Mula Isu – Awal Juni 2025

Spekulasi bermula ketika warganet melihat adanya perubahan pada wajah Presiden Jokowi, terutama bercak kemerahan yang terlihat dalam sejumlah video dan foto kegiatan resmi.

Dugaan berkembang di media sosial bahwa perubahan itu disebabkan oleh Sindrom Stevens–Johnson, penyakit kulit parah yang dapat mengancam nyawa.

Media seperti Lombok Post dan Gelora.co turut memuat kabar tersebut. Beberapa pihak menyebut perubahan itu mirip dengan kasus serupa yang pernah dialami selebritas Kartika Putri.

Klarifikasi Istana – 5 Juni 2025

Isu ini langsung dibantah oleh ajudan Presiden, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah. Dalam pernyataannya kepada media di Solo, Syarif menegaskan bahwa kondisi Jokowi bukan sindrom autoimun maupun SJS, melainkan alergi kulit biasa.

“Wah, hoaks itu. Enggak benar itu. Pure hanya alergi biasa. Autoimun juga enggak,” kata Syarif, dikutip dari Detik.com, (5/6/2025).

Ia menambahkan bahwa alergi tersebut kemungkinan disebabkan oleh perubahan iklim saat Presiden melakukan kunjungan luar negeri, termasuk ke Vatikan.

Pemeriksaan dan Cek Fakta – 6-10 Juni 2025

Situs Tempo.co dalam laporan cek faktanya menyatakan tidak ada bukti medis yang menunjukkan Presiden Jokowi menderita SJS. Dalam artikel berjudul “Cek Fakta: Jokowi Idap SJS?”, Tempo menyimpulkan bahwa informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan bersifat spekulatif.

“Tidak ditemukan rilis medis atau keterangan resmi dari dokter kepresidenan yang menyebutkan Jokowi menderita Stevens–Johnson Syndrome,” tulis Tempo.

Aktivitas Publik Jokowi – 1-20 Juni 2025

Meski isu terus bergulir, Presiden tetap menjalankan aktivitas publik seperti biasa. Pada 1 Juni, Jokowi terlihat bersepeda santai dan menyapa warga di Car Free Day (CFD) Solo. Tak ada tanda-tanda penurunan kondisi kesehatan yang serius.

Dikutip dari Merdeka.com, Jokowi juga terlihat menghadiri beberapa agenda kenegaraan dan tetap berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Penjelasan Medis Tentang SJS

Kontan.co.id dan Kompas Health menjelaskan bahwa Sindrom Stevens–Johnson adalah reaksi alergi berat terhadap obat atau infeksi yang dapat menyebabkan ruam, lepuhan, hingga pengelupasan kulit parah. Gejala tersebut tidak terlihat pada Jokowi dalam penampilan publiknya.

Kesimpulan

Hingga kini, tidak ditemukan bukti medis atau pernyataan resmi dari dokter kepresidenan bahwa Presiden Jokowi mengidap Sindrom Stevens–Johnson.

Pihak Istana menyebut perubahan kulit yang terlihat hanyalah alergi ringan, yang telah membaik.
×
Berita Terbaru Update