Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Krisis Teluk Picu Gejolak Pasar Asia, Harga Minyak Melonjak Tajam

Senin, Juni 23, 2025 | 11:25 WIB Last Updated 2026-06-08T06:08:32Z

Foto: Ilustrasi fasilitas minyak (istimewa) 

INDOTIMES.ID, Sydney,— Pasar keuangan Asia terguncang pada awal pekan ini menyusul ketegangan geopolitik yang meningkat tajam di Timur Tengah.

Dilansir Reuters, ketidakpastian melonjak setelah Iran mempertimbangkan pembalasan atas serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklirnya.

Indeks saham Asia dibuka melemah, sementara harga minyak global sempat menyentuh titik tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kenaikan harga minyak yang mencapai hampir 3 persen ini mengerek kekhawatiran akan inflasi global dan terganggunya rantai pasokan energi dunia.

“Pasar saat ini dalam mode waspada, bukan panik,” kata Charu Chanana, Kepala Strategi Investasi di Saxo.

Ia menambahkan, sentimen bisa berubah cepat jika ada indikasi bahwa Iran akan menyasar Selat Hormuz — jalur penting yang mengangkut lebih dari 20% pasokan gas alam cair dan seperempat perdagangan minyak dunia.

Kenaikan harga minyak dunia dipicu oleh kekhawatiran bahwa Iran mungkin akan melakukan gangguan selektif terhadap pengiriman energi global, bukan menutup sepenuhnya Selat Hormuz, demi menjaga ekspor minyak mereka sendiri tetap berjalan.

Analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, memperkirakan bahwa skenario semacam itu bisa mendorong harga minyak mentah Brent ke angka psikologis $100 per barel, atau bahkan $110 jika eskalasi memuncak dan jalur pengapalan terganggu selama lebih dari satu bulan.

Saat ini, minyak mentah Brent tercatat naik 1,8% ke harga $78,42 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 1,9% ke $75,26 per barel. Di sisi lain, harga emas justru sedikit turun sebesar 0,1% ke $3.363 per ons, mencerminkan respon pasar yang lebih berhati-hati ketimbang gelombang kepanikan.

Sementara itu, pasar saham Amerika pada Jumat lalu menunjukkan performa yang bervariasi: Dow Jones menguat tipis, S&P 500 turun 0,2%, dan Nasdaq yang padat teknologi merosot 0,5%. Investor global kini menanti langkah lanjutan dari Iran dan respons strategis negara-negara Barat di tengah ketegangan yang berisiko meluas. (Red) 

×
Berita Terbaru Update