Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kebiasaan Makan Sehat: Pencegahan Jantung & Hipertensi ala Ahli

Sabtu, Juni 21, 2025 | 09:48 WIB Last Updated 2026-06-11T01:09:07Z
Ilustrasi pria yang sedang makan makanan sehat dan bergizi. (Foto Istimewa) 



INDOTIMES.ID, Jakarta  Pakar kesehatan menekankan bahwa pola makan sehat bukan hanya soal menghindari makanan buruk, tetapi juga aktif memasukkan sumber nutrisi yang tepat ke dalam menu harian. Berikut kebiasaan makan yang direkomendasikan:

1. Terapkan pola DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension)

Pola ini terdiri dari banyak buah, sayur, biji-bijian utuh, ikan, daging tanpa lemak, susu rendah lemak, serta kacang-kacangan—dengan pembatasan garam, gula tambahan, dan lemak jenuh. DASH terbukti mampu menurunkan tekanan darah dan kolesterol dalam beberapa minggu  .

2. Konsumsi buah & sayur kaya kalium dan serat

Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan buah-buahan seperti pisang dan apel, kaya kalium dan serat. Kalium membantu pengeluaran sodium, menjaga tekanan darah, sementara serat mengurangi penyerapan kolesterol  .

3. Masukkan whole grains dan oats setiap hari

Oat, beras merah, dan biji-bijian utuh kaya akan beta‑glukan dan serat, yang terbukti menurunkan tekanan darah ringan (sekitar 2–3 mmHg) bila dikonsumsi rutin  .

4. Pilih lemak sehat: ikan berlemak, kacang-kacangan, minyak zaitun

Omega‑3 pada salmon/sarden, serta lemak tak jenuh dari kacang-kacangan dan biji-bijian, efektif menurunkan trigliserida, meredakan inflamasi, dan menjaga kesehatan pembuluh darah  .

5. Batasi garam dan gula tambahan

Asupan garam perlu dikendalikan di bawah 2.300 mg per hari (sekitar satu sendok teh); versi DASH rendah garam membatasi hingga 1.500 mg  . Sementara gula tambahan sebaiknya diminimalkan sesuai pedoman WHO  .

6. Konsumsi kacang-kacangan utuh seperti pistachio

Dietitian menyebut pistachio sebagai camilan sehat yang bermanfaat bagi tekanan darah, karena kandungan kalium dan lemak tak jenuh tinggi  .

7. Diet berbasis nabati efektif turunkan penyakit tidak menular

Penggantian sebagian protein hewani dengan sumber nabati dan serat memberikan penurunan risiko kardiovaskular, diabetes, dan hipertensi, sekaligus menambah asupan serat.

Sumber artikel: EatingWell, Times of India, Verywell Health, CNN Indonesia, Mayo Clinic, Harvard Health, Health Detik, NIH/NHLBI.

(Red) 

×
Berita Terbaru Update