Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Amerika Resmi Perangi Iran, Trump Bom Tiga Fasilitas Nuklir

Minggu, Juni 22, 2025 | 10:32 WIB Last Updated 2026-06-17T01:11:52Z

Presiden Donald Trump, saat pidato dari Gedung Putih, Sabtu malam (21/6/2025) waktu setempat. (Istimewa) 

INDOTIMES.ID, Washington - Amerika Serikat secara resmi terlibat dalam konflik bersenjata antara Israel dan Iran.

Presiden Donald Trump memerintahkan serangan militer ke tiga lokasi fasilitas nuklir utama Iran, mengakhiri ketidakpastian selama berhari-hari terkait kemungkinan intervensi langsung AS.

“Tujuan kami adalah penghancuran kapasitas pengayaan nuklir Iran dan menghentikan ancaman nuklir dari negara sponsor teror nomor satu di dunia,” ujar Trump dalam pidatonya dari Gedung Putih, Sabtu malam (21/6/2025) waktu setempat dilansir oleh New York Times.

Trump mengonfirmasi bahwa serangan udara dilakukan oleh pesawat tempur dan kapal selam Amerika terhadap:

  • Fasilitas pengayaan uranium di Fordo
  • Pabrik nuklir utama di Natanz
  • Lokasi penyimpanan uranium di dekat Isfahan

Trump menyebut ketiga fasilitas itu “hancur total”, dan memperingatkan bahwa serangan lanjutan yang lebih dahsyat bisa terjadi jika Iran tidak kembali ke jalur ddiplomasi

“Iran, pengganggu Timur Tengah, sekarang harus berdamai. Jika tidak, serangan berikutnya akan lebih besar dan lebih mudah,” tegasnya.

Iran Akui Serangan, Siap Membalas

Tiga pejabat senior Iran membenarkan bahwa situs-situs vital tersebut dibombardir sekitar pukul 02.30 dini hari waktu setempat.

Meski tingkat kerusakan belum diungkapkan secara resmi, laporan awal dari kantor berita Tasnim menyebut bahwa bagian dari fasilitas Fordo telah dihantam.

Iran, yang sebelumnya menahan diri untuk tidak menyerang kepentingan Amerika secara langsung, kini mengancam akan melakukan pembalasan serius.

Belum jelas bentuk respons yang akan diambil, namun para analis memperkirakan skenario termasuk serangan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah, atau bahkan percepatan program nuklir jika infrastruktur yang tersisa masih memungkinkan.

Konteks Perang Israel-Iran

Konflik ini memuncak setelah Israel meluncurkan serangan awal pada 13 Juni terhadap infrastruktur strategis Iran, termasuk instalasi nuklir dan tokoh militer tinggi. Iran membalas dengan rentetan rudal, sambil membuka pintu negosiasi ulang atas program nuklirnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya “tidak punya pilihan” selain menyerang lebih dulu guna mencegah “bencana nuklir”.

Menyusul serangan Amerika, Netanyahu memuji keputusan Trump:“Presiden Trump telah bertindak untuk mencegah rezim paling berbahaya di dunia memperoleh senjata paling berbahaya di dunia.”

Langkah Trump ini menandai perubahan besar dari janjinya selama ini untuk menjauhkan AS dari "perang abadi". Kini, AS justru menjadi aktor utama dalam krisis Timur Tengah yang semakin membara. (Red) 


Sumber: New York Times, Tasnim News, pernyataan resmi Gedung Putih, dan PM Israel.

×
Berita Terbaru Update