Sorotan: Penemuan 18 Keluarga Tinggal dalam Satu Rumah di Cimahi Utara
CIMAHI, 9 Juli (indotimes) – Sorotan: Penemuan 18 Keluarga Tinggal dalam Satu Rumah di Cimahi Utara. Sebuah temuan mengejutkan terjadi di Kampung Cisurupan, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Sebanyak 18 keluarga, dengan total 46 orang, diketahui tinggal dalam satu rumah yang tergolong sempit.
Informasi ini terungkap saat proses pendataan pemilih oleh petugas Pemutakhiran Informasi Pemilih (Pantarlih) KPU Kota Cimahi dalam rangka persiapan Pilkada Serentak 2024.
Dilansir dari detikJabar, Selasa (9/7/2024), video yang beredar menunjukkan petugas Pantarlih KPU Kota Cimahi bersama pengurus RT Sedang memasang stiker sebagai tanda bahwa rumah tersebut telah berhasil memperoleh hak pilih.
Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu pada KPU Kota Cimahi, Yosi Sundansyah, menjelaskan lebih lanjut tentang kejadian tersebut. “Hasil pendataan petugas menunjukkan bahwa satu rumah di Kelurahan Citeureup tersebut dihuni oleh 18 keluarga, atau sekitar 46 jiwa,” ujarnya.
Dari total 46 jiwa yang tinggal di rumah tersebut, hanya 34 orang yang terdaftar sebagai pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada Kota Cimahi 2024. Sementara itu, 12 orang lainnya masih di bawah umur sehingga belum memenuhi syarat untuk memberikan suara.
” Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa dari 46 jiwa tersebut, 34 jiwa memiliki hak suara, sementara 12 orang lainnya adalah anak-anak,” ungkap Yosi.
Yosi juga menambahkan bahwa selain kasus ini, belum ada laporan mengenai kondisi serupa di kelurahan lain di Kota Cimahi. Meskipun beberapa keluarga tinggal dalam satu rumah, namun jumlah seperti ini masih menjadi hal yang jarang terjadi.
Menurut Ketua RT 02, Winwin, keluarga ke-18 ini telah lama tinggal di rumah tersebut. Rumah ini awalnya ditempati oleh pemilik pertama, Emet, sejak tahun 1982.
“Ya, memang sudah lama mereka tinggal di sini. Kami baru saja melakukan pendistribusian daging kurban untuk 18 keluarga ini. Kehadiran petugas pantarlih kemarin membuat situasi menjadi ramai karena informasi ini viral, ” kata Winwin.
Kejadian ini menunjukkan kompleksitas dalam pemetaan dan pendataan populasi di daerah padat penduduk seperti di Kota Cimahi. Pihak terkait diharapkan dapat menindaklanjuti temuan ini untuk memastikan pemenuhan hak-hak warga secara adil dan transparan dalam proses pemilihan yang akan datang.