WASHINGTON, (indotimes) – Presiden AS Joe Biden mengumumkan pengunduran dirinya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat pada hari Minggu (21/7).
Dalam surat yang dibagikan melalui media sosial, Biden menyatakan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan partai dan negara, serta untuk fokus pada tugasnya sebagai presiden selama sisa masa jabatannya.
Biden menyatakan dukungan penuh kepada Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. “Saatnya bersatu dan mengalahkan Trump,” tulis Biden dalam unggahannya di Twitter.
Menurut jajak pendapat terbaru dari AP-NORC, 58 persen pemilih Partai Demokrat percaya Harris dapat menjadi presiden yang baik. Namun, hanya 30 persen dari populasi umum yang berbagi pandangan tersebut.
Sebagai calon presiden, Harris akan dapat mengakses dana kampanye yang sudah mencapai $91 juta (sekitar Rp1,4 triliun) pada laporan terakhir bulan Juni.
Pencalonan Harris, yang merupakan perempuan kulit hitam, diharapkan dapat mengamankan dukungan dari pemilih kulit hitam, blok dukungan penting bagi Partai Demokrat.
Namun, ada kekhawatiran bahwa pencalonan Harris bisa terlihat tidak demokratis jika dilakukan secara otomatis tanpa adanya calon lain.
Beberapa nama potensial seperti Gubernur California Gavin Newsom, Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, dan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer, kemungkinan akan dipertimbangkan.
Elaine Kamarck dari The Brookings Institution mengungkapkan bahwa Partai Demokrat mungkin akan menyelenggarakan proses pemilihan calon presiden yang melibatkan debat dan pertemuan regional sebelum konvensi. “Proses ini akan memungkinkan calon untuk membujuk para delegasi,” jelas Kamarck melalui Skype.
Dosen komunikasi politik Texas A&M University, Jennifer Mercieca, menambahkan bahwa potensi perpecahan di dalam partai mungkin akan muncul tergantung pada siapa yang paling vokal mengkritik pemilihan Harris sebagai calon presiden. “Semua ini masih spekulasi, kita belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Partai Republik menunjukkan persatuan di belakang calon presiden Donald Trump, yang menutup Konvensi Nasional Partai Republik pekan lalu dengan pernyataan, “Kita akan dengan cepat membuat Amerika berjaya kembali,”.
Biden, yang saat ini menjalani isolasi COVID-19 di kediaman pribadinya di Delaware, memutuskan untuk mundur dari pencalonan menjelang pemilihan presiden yang semakin dekat.