Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bertaruh Nafkah di Tengah Dampak Karhutla, Driver Ojol Sumsel Terima Bantuan Beras

Rabu, Oktober 21, 2026 | 19:18 WIB Last Updated 2026-10-21T12:20:22Z
Driver Ojol bahagia terima beras dari Pemprov Sumsel, Rabu (21/10/2026).

indotimes.id, PALEMBANG — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan tidak hanya menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga berpotensi memengaruhi perekonomian masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di luar ruangan, seperti pengemudi ojek online (ojol).


Di tengah situasi tersebut, bantuan sosial berupa 3.000 paket beras yang disalurkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadi bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban masyarakat, termasuk para pengemudi ojol yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.


Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, melalui kolaborasi bersama Sultan Muda Sumsel, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor OJK Provinsi Sumsel, Palembang, Jumat (16/10/2026).


Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, M. Asrul Indrawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada para pengemudi transportasi daring.


Menurut Asrul, pengemudi ojol merupakan kelompok pekerja yang harus tetap beraktivitas dalam berbagai kondisi cuaca dan lingkungan. Pasalnya, penghasilan harian menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


“Setiap pagi setelah salat Subuh, kawan-kawan driver sudah keluar mencari nafkah. Kami harus menghadapi panas, hujan, bahkan petir. Semua itu kami jalani demi menghidupi anak dan istri di rumah,” ujar Asrul, Rabu (21/10/2026).


Ia menjelaskan, gangguan aktivitas masyarakat akibat karhutla berpotensi berdampak pada pendapatan pengemudi ojol. Ketika mobilitas warga menurun atau kegiatan sehari-hari terganggu, peluang mendapatkan penumpang maupun pesanan turut menghadapi ketidakpastian.


Di sisi lain, kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi, mulai dari pangan hingga pendidikan anak. Karena itu, perhatian terhadap pekerja sektor informal dinilai penting, terutama ketika mereka menghadapi tekanan ekonomi akibat situasi lingkungan yang belum kondusif.


Asrul menilai bantuan beras dari Pemprov Sumsel memiliki arti penting bagi para pengemudi ojol. Meski tidak menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi, bantuan tersebut setidaknya dapat mengurangi pengeluaran keluarga untuk kebutuhan pangan.


“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Mungkin nilainya tidak bisa menyelesaikan semua kesulitan yang kami hadapi, tetapi setidaknya dapat meringankan beban kawan-kawan dan membantu kebutuhan keluarga di rumah,” katanya.


Bantuan Beras Jadi Wujud Kepedulian Pemerintah


Asrul juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana, serta seluruh jajaran dan pihak terkait yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya pengemudi ojol.


Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya dinilai dari jumlah beras yang diterima, tetapi juga dari perhatian pemerintah terhadap para pekerja yang setiap hari berjuang mencari nafkah di jalanan.


Ia berharap kepedulian serupa dapat terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, pekerja sektor informal tetap mendapatkan perhatian ketika menghadapi tekanan ekonomi maupun dampak bencana lingkungan.


“Bagi kami, bantuan ini menjadi bukti bahwa negara hadir dan pemerintah peduli terhadap rakyat kecil. Kami sangat berterima kasih karena perhatian seperti ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kawan-kawan driver,” ungkapnya.


Asrul menambahkan, pengemudi ojol juga memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari. Oleh sebab itu, keberlangsungan penghidupan mereka perlu menjadi bagian dari perhatian bersama.


ADO Ajak Driver Jaga Kondusivitas Sumsel


Selain menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima, Asrul mengimbau seluruh pengemudi ojol agar turut menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang.


Ia menegaskan bahwa berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, situasi penuh tantangan perlu disikapi dengan memperkuat solidaritas, menjaga persaudaraan, dan saling mendukung.


Asrul juga mengajak para pengemudi ojol untuk mendukung upaya pemerintah daerah dan kepolisian dalam memelihara keamanan serta ketertiban di wilayah Sumsel.


“Saya selalu mengingatkan kawan-kawan agar tetap satu komando, menjaga keamanan dan ketertiban. Kita semua bersaudara. Jangan sampai kondisi yang sulit ini justru membuat kita terpecah belah,” tegasnya.


Ia berharap perhatian terhadap dampak karhutla tidak hanya berfokus pada persoalan lingkungan, tetapi juga mencakup keberlangsungan kehidupan masyarakat yang berpotensi terdampak secara sosial dan ekonomi.


Menurutnya, penanganan karhutla perlu terus diperkuat agar kondisi lingkungan membaik dan aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.


“Kami mendukung Bapak Gubernur, Bapak Wali Kota, dan Bapak Kapolda dalam menjaga Sumatera Selatan, khususnya Palembang, agar tetap aman dan kondusif. Harapan kami, karhutla segera berakhir sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman dan kawan-kawan driver dapat mencari nafkah seperti biasa,” tutup Asrul.


Bagi para pengemudi ojol, berakhirnya karhutla bukan sekadar harapan akan membaiknya kondisi lingkungan dan kualitas udara. Lebih dari itu, kondisi yang pulih diharapkan dapat membuka kembali peluang pendapatan, memulihkan aktivitas masyarakat, dan memberikan ketenangan bagi keluarga yang menggantungkan hidup pada penghasilan harian.

(Yanti)

×
Berita Terbaru Update