Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Puluhan Warga Talang Kedondong Palembang Terserang DBD, Warga Desak Pemerintah Segera Lakukan Fogging

Senin, Juni 29, 2026 | 10:50 WIB Last Updated 2026-06-29T03:50:45Z

indotimes.id, PALEMBANG - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) menghantui permukiman warga di Lorong Dakota, Talang Kedondong, RT 28 RW 10, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang. Dalam sebulan terakhir, puluhan warga dilaporkan terserang penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Korban yang terjangkit tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Bahkan, beberapa di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit akibat kondisi yang cukup serius.

Lonjakan kasus yang terjadi hampir bersamaan dan menyebar dengan cepat di lingkungan tersebut membuat warga khawatir. Mereka mendesak pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.

Salah seorang warga, Wini Arni, mengatakan anaknya saat ini sedang dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif DBD. Menurutnya, kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat kesehatan lingkungan.

"Kami berharap keluhan ini didengar oleh pemerintah setempat maupun dinas terkait. Kami masih takut penyakit ini datang lagi. Kami minta fogging segera dilakukan," ujar Wini, Senin (29/6/2026).

Sementara itu, Ketua RT 28, Joko Rasmono, membenarkan adanya sejumlah warganya yang harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah didiagnosis menderita DBD.

"Kami menerima laporan ada beberapa warga, baik anak-anak maupun orang dewasa, yang masuk rumah sakit karena DBD. Kami langsung melaporkannya kepada pihak kelurahan agar segera ditindaklanjuti ke puskesmas. Paling tidak ada upaya pemberantasan sarang nyamuk maupun fogging di wilayah kami," kata Joko.

Warga berharap pemerintah melalui dinas kesehatan, puskesmas, dan pihak terkait dapat segera melakukan penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta fogging di kawasan terdampak.

Langkah cepat dinilai penting untuk memutus mata rantai penyebaran DBD sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hingga kini masih dihantui kekhawatiran akan munculnya korban baru.

(Yanti)
×
Berita Terbaru Update