indotimes.id, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengapresiasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palembang yang mencapai 83,27 dan masuk kategori tinggi. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi indikator nyata kemajuan pembangunan yang dirasakan masyarakat di berbagai sektor.
Hal itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Palembang dalam rangka Hari Jadi ke-1.343 Kota Palembang dan HUT ke-55 Kota Palembang Tahun 2026, Selasa (17/6/2026).
“Sebagai ibu kota provinsi, Palembang memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi role model pembangunan. Saya mengapresiasi capaian IPM Kota Palembang yang berada pada kategori tinggi. Ini merupakan pencapaian luar biasa karena angka tersebut terbentuk dari indikator pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi yang terus membaik,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, posisi strategis Palembang sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Sumsel membuat setiap capaian pembangunan di kota tersebut berpengaruh besar terhadap kemajuan provinsi secara keseluruhan.
“Angka yang disuguhkan Kota Palembang ini sangat berpengaruh terhadap capaian Provinsi Sumsel. Karena itu, saya berharap semangat pembangunan terus dijaga meskipun kondisi ekonomi global mengalami fluktuasi,” katanya.
Selain menyoroti keberhasilan pembangunan, Herman Deru mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ia menilai kepercayaan publik merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kita harus menjaga trust masyarakat. Pejabat harus siap dikritik dan menjadikan kritik sebagai energi perbaikan. Kinerja yang baik harus disampaikan dengan data yang akurat pada momentum yang tepat,” tegasnya.
Herman Deru juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palembang yang dinilai mampu menjaga stabilitas pembangunan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya minat investor untuk berinvestasi di Kota Palembang.
“Kepercayaan investor tidak datang begitu saja. Itu lahir dari pelayanan yang baik dan suasana daerah yang kondusif. Palembang dan Sumsel patut bersyukur karena tetap mampu menjaga status zero conflict meskipun masyarakatnya heterogen,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan peringatan hari jadi kota merupakan momentum untuk mengenang perjalanan panjang pembangunan sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Palembang berdiri kokoh karena bergerak bersama. Kita mewarisi peradaban agung dan menatap masa depan dengan rasa syukur yang mendalam,” kata Ratu Dewa.
Ia menjelaskan, capaian IPM sebesar 83,27 menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat.
“IPM 83,27 merupakan representasi dari meningkatnya kualitas kesehatan, semakin baiknya pendidikan anak-anak kita, serta menguatnya daya beli masyarakat,” ujarnya.
Ratu Dewa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas dukungan pembangunan yang terus diberikan kepada Kota Palembang, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penataan kawasan strategis kota.
“Dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel menjadi bahan bakar utama yang menggerakkan roda pembangunan Kota Palembang. Kolaborasi ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, berbagai program percepatan pembangunan yang dijalankan selama setahun terakhir akan terus dilanjutkan dan diselaraskan dengan program pembangunan provinsi maupun nasional.
“Kami tidak ingin hanya menjanjikan mimpi. Hari ini adalah pertanggungjawaban atas kerja nyata yang telah dilakukan dan akan terus diselaraskan dengan RPJMD Sumsel serta program pembangunan nasional. Kita buktikan bahwa Palembang bangkit dan mampu memimpin,” pungkasnya.
Rapat Paripurna Istimewa tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Anggota DPR RI Yudha Novanza, Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva HD, unsur Forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Kota Palembang. (Sb/Ril)

