indotimes.id, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengajak Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Wilayah Sumsel untuk mengambil peran lebih aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan dan transformasi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi jajaran pengurus IA-ITB Sumsel di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis (18/6/2026).
Menurut Herman Deru, organisasi alumni yang beranggotakan para profesional dan akademisi memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi pemikiran, inovasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Ikatan alumni ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya memimpin organisasi yang besar. Yang paling penting adalah keinginan untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Ini merupakan anugerah bagi Provinsi Sumsel,” ujar Herman Deru.
Ia mengapresiasi kedatangan IA-ITB Sumsel yang membawa semangat kolaborasi dan menawarkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bukan sekadar menyampaikan aspirasi atau kepentingan organisasi.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu yang menjadi perhatian bersama adalah percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur strategis penunjang pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.
Herman Deru menilai dukungan pemikiran dan kajian dari kalangan alumni ITB dapat menjadi nilai tambah dalam mewujudkan proyek tersebut.
“Jangan menunggu diminta. Kalau ada ide brilian, sampaikan kepada saya, akan kita eksekusi. Obrolan seperti ini sangat produktif dan memang inilah yang saya harapkan,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Herman Deru menekankan bahwa pembangunan daerah juga harus menyentuh aspek sumber daya manusia dan perubahan pola pikir masyarakat.
“Salah satu legacy yang ingin kita tinggalkan adalah perubahan mindset masyarakat Sumsel menjadi lebih maju, dari yang konsumtif menjadi produktif. Banyak perubahan nonfisik yang telah kita lakukan, termasuk transformasi masyarakat menjadi lebih religius dan berdaya saing,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan para teknokrat dan akademisi sangat dibutuhkan untuk memberikan pendampingan terhadap berbagai sektor, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar lebih inovatif dan mampu bersaing.
“Kehadiran para teknokrat sangat dibutuhkan untuk membantu daerah, baik melalui kontribusi arsitektural maupun nonarsitektural, formal maupun nonformal,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum IA-ITB Wilayah Sumsel Yudha Pranoto Mahyudin menyampaikan bahwa kepengurusan baru IA-ITB Sumsel didominasi alumni lintas generasi yang siap mendukung pembangunan daerah melalui keahlian dan kompetensi yang dimiliki.
“Kami hadir sebagai alumni lintas angkatan. Dalam kepengurusan baru ini banyak anggota muda yang siap berkontribusi,” ujar Yudha.
Ia menegaskan IA-ITB Sumsel memiliki komitmen untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan Sumsel, termasuk mendukung percepatan realisasi Pelabuhan Tanjung Carat yang dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan konektivitas daerah.
“Dalam hal Tanjung Carat, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu. Kami ingin berkontribusi melalui jalur kealumnian agar proyek ini dapat terwujud dan menjadi pelabuhan baru kebanggaan Sumsel,” katanya.
Audiensi tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan kalangan akademisi dalam mendorong pembangunan berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, dan sumber daya manusia yang unggul demi mewujudkan Sumsel yang lebih maju dan berdaya saing.
Editor: Putra / Ril

